FOKUS JATENG-BOYOLALI-Menjelangmusim haji tahun 2019 ini, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan pimpinan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada jamaah haji peserta JKN-KIS.
Pertemuan koordinasi yang diselenggarakan pada hari Selasa 2 Juli 2019 dihadiri oleh perwakilan Dinkes, FKTP dan FKRTL di wilayah Kabupaten Boyolali yang lokasinya dekat dengan asrama haji Donohudan. Ketujuh FKTP terdekat dengan asrama haji Donohudan yaitu Puskesmas Ngemplak, Klinik Imron Medika, Klinik Surya Medika, dokter Nur Bakdiyadi, dokter Ahmad Muzazin, dokter Dewi Purnamaningsih, dan dokter keluarga Ninuk Sri Surnasih.
Juliansyah, selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali menyampaikan bahwa mayoritas jamaah haji adalah pesertaJKN-KIS dengan usia lanjut sehingga kemungkinan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sangatlah tinggi.
“Untuk jamaah haji ini memang ada regulasi khusus sehingga perlu dilakukan koordinasi agar jamaah haji yang juga peserta JKN-KIS dapat dilayani secara optimal. Apalagi mayoritas jamaah haji merupakan mereka yang berusia lanjut dan menderita penyakit kronis,” ujarJuliansyah.
Juliansyah menerangkan bahwa pada intinya jamaah haji peserta JKN-KIS tetap dijamin sesuai dengan manfaat Program JKN-KIS. BPJS Kesehatan tidak menjamin pelayanan kesehatan yang berupa medical check up, vaksin, dan hal lain yang termasuk dalam hal yang tidak dijamin oleh Program JKN-KIS.
“Pemeriksaan tahap pertama dan tahap kedua dilakukan di FKTP di daerah asal masing-masing jamaah haji. Khusus untuk pemeriksaan kesehatan tahap ketiga dilakukan di klinik asrama haji Donohudan. Apabila membutuhkan pelayanan medik dasar lebih lanjut dapat dilayani di tujuh FKTP atau FKRTL terdekat dengan asrama haji,” terang Juliansyah.
Ia menambahkan bahwa bagi jamaah haji peserta JKN-KIS pengidap penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes mellitus, yang sudah terdaftar dalam Program RujukBalik (PRB) dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dihimbau agar mengambil obat untuk penyakit kronisnya terlebih dahulu pada FKTP asal untuk 30 hari selama menjalankan ibadah haji nanti.
M Surya Darmawan, pemilik Klinik Surya Medika menyampaikan permasalahan yang selalu terjadi dari tahun ketahun pelaksanaan ibadah haji dimana banyak jamaah haji dengan penyakit kronis yang lupa membawa obatnya, untuk itu ia meminta arahan dari BPJS Kesehatan.
“Yang sering terjadi sebenarnya ada dua kasus, yang pertama yaitu peserta sudah diresepkan obat oleh FKTP asal, sudah ditebus namun lupa dibawa ke asrama haji. Yang kedua yaitu peserta sama sekali belum diresepkan dan menebus obat dari FKTP asal. Untuk kedua kasus tersebut tentunya kami selaku FKTP terdekat dengan asrama haji Donohudan perlu arahan untuk menangani kasus tersebut,” ujar Surya.
Menanggapi Surya, Juliansyah menegaskan bahwa bagi jamaah haji yang belum mengambil obat bagi penyakit kronisnya tentunya bisa mengambil di FKTP terdekat dengan asrama haji Donohudan. Sedangkan bagi yang lupa membawa obatnya, hal tersebut tidak bisa ditanggung oleh Program JKN-KIS.
“Apabila obatnya memang belum diberikan tentunya bisa diambil di FKTP terdekat dengan asrama haji karena hal tersebut masih termasuk dalam manfaat Program JKN-KIS yang ditanggung. Namun jika peserta lupa membawa obatnya hal tersebut tidak bisa ditanggung lagi oleh Program JKN-KIS karena obatnya sudah diberikan. Oleh sebab itu sangat penting bagi FKTP asal agar melakukan edukasi ke peserta JKN-KIS yang melaksanakan ibadah haji tahun ini agar memberikan obat kronisnya sebelum jamaah haji berangkat ke asrama haji dan mengingatkan agar jangan lupa dibawa. Keluarga dan pendamping jamaah haji juga wajib mengingatkan, karena tentunya kami mengharapkan kesehatan para jamaah haji tetap terjaga stabil selama menjalankan ibadah haji,” jelas Juliansyah.