FOKUS JATENG-BOYOLALI-Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali disatroni kawanan perampok Selasa 2 Juli 2019. Kawanan rampok yang diduga lebih dari lima orang tersebut menyekap dua penjaga malam kantor yang berada di kompleks terpadu perkantoran Pemkab Boyolali tersebut.
Kepala Disdikbud Darmanto mengungkapkan, peristiwa itu diperkirakan terjadi pukul 03.00 WIB. Kawanan perampok masuk dengan cara mencongkel pintu depan. Kemudian mereka juga menyergap penjaga. Kedua penjaga yang bertugas pagi itu hanya bisa pasrah, ketika kawanan perampok itu menodongkan golok, serta menyekap keduanya dengan cara mengikat tangan menggunakan tali sepatu, sedangkan mata dan mulut ditutup menggunakan lakban.
“Setelah mengikat tangan dan mulut penjaga dengan lakban, mereka masuk ke ruang-ruang kantor dan mengobrak-abrik yang ada di situ, termasuk Ruang Keuangan dan ruangan saya ikut juga diobrak-abrik,” ujarnya.
Hanya saja para pencuri ini diduga tidak menemukan barang yang mereka cari sehingga kemudian kabur meninggalkan kantor dan para penjaga yang masih dalam keadaan terikat. “Gagal mendapatkan barang curian, pelaku sempat misuh gaya jatim,” imbuh Darmanto.
Sedangkan kedua penjaga, Widiantoro (28) dan Andri Susanto (29) , diketahui kali pertama oleh Kabid Kebudayaan Budi Prasetyaningsih sekitar pukul 05.30 WIB. “Saya kebetulan ada acara ke luar kota, sehingga datang ke kantor pagi-pagi untuk absensi dulu. Setelah absen saya mendengar ada suara ahh auhh seperti orang nglindur. Setelah saya lihat ternyata kedua penjaga sudah dalam kondisi dibekap,” kata Budi Prasetyaningsih.
Karena semua ruangan kesulitan mendapatkan gunting atau pisau, akhirnya ia membuka tali pengikat itu dengan cara dibakar menggunakan korek api. “Beruntung ada penjaga lain yang datang, sehingga bisa langsung saya minta melapor ke pos polisi. Saya juga menelepon Pak Kepala (Kepala Disdikbud Darmanto),” katanya.
Setelah polisi melakukan olah TKP, jajaran Disdikbud langsung melakukan inventarisasi barang. “Sejauh ini belum ada yang diketahui hilang. Hanya server CCTV dan dua telepon seluler milik penjaga yang mereka bawa,” kata Darmanto.
Sementara Sekda Boyolali Masruri yang datang bersama Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat, mengatakan setiap pekerjaan selalu ada resiko, namun pihaknya mengakui sudah melakukan antisipasi. “Setiap pekerjaan memang ada resiko. Tapi kita sudah antisipasi. Buktinya rampok itu gagal mendapatkan apa yang dicari,” kata Masruri.
Salah satu penjaga Andri Susanto saat ditemui mengatakan, pagi itu dia mendengar suara mencurigakan dari ruang depan. Namun saat dia datang mendadak sudah disergap dan ditodong dengan golok.
“Kamudian saya dan Widi diikat, dan diancam akan dibunuh jika berani melawan. Mereka juga merampas telepon seluler kami,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Boyolali Iptu Mulyanto, mengatakan kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. Petugas masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap pelaku perampokan. “Kami masih melakukan penyelidikan. Handphone tidak dibawa, setelah dilacak ketemu di ruang kepala dikbud,” tandas Mulyanto.