491 Calhaj Boyolali Masuk Risiko Tinggi, Ini Langkah Kemenag Boyolali

Ilustrasi haji tahun 2018 (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI– Sedikitnya 491 calon jamaah haji (Calhaj) asal Boyolali beresiko tinggi (Risti). Calhaj yang tergabung di kelompok penerbangan (Kloter) 12, 13, dan 14 tersebut berusia diatas 50 tahun.

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali, Asikin, didampingi Bidang Haji, Saiful Anwar menyebutkan dari 204 jamaah yang berangkat dalam kloter 12, 152 jamaahnya beresiko tinggi. Sedangkan 355 orang yang berangkat di kloter 13, Calhaj risti sebanyak 256 jamaah.

Risti di Kloter 14 yang paling sedikit. Dari 105 jamaah yang diberangkatkan, 85 jamaah merupakan risti. “ Setiap musim haji, Calhaj yang berusia diatas 50 tahun memang selalu lebih banyak,” ujar Saiful.

Dia menyebut selain jamaah tersebut, ada masih ada 9 Calhaj lagi. Diperkirakan Calhaj yang masuk kategori cadangan tersebut diterbangkan bersama Kloter 96. “ Ditambah TPHD (Tim Pendamping Haji Daerah) jadi totalnya Calhaj asal Boyolali yang berangkat sebanyak 678 jamaah,” ujar Saiful.

Saiful menyatakan jumlah Calhaj yang berangkat ketanah suci tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu meningkat dari tahun ketahun. Jika, pada tahun 2016 jumlah Calhaj yang berangkat sebanyak 667 orang, pada tahun 2017 meningkat menjadi 712 orang.

Meski tak terlalu signifikan, ditahun 2018 jumlah Calhaj yang berangkat juga meningkat menjadi 762 jamaah. “ Kuota haji disesuaikan dengan tahun pendafataran Calhaj. sehingga tiap-tiap kabupaten mendapat jatah berbeda-beda sesuai dengan jumlah pendaftarnya,” ujar Saiful.

Saiful menambahkan dari tahun-ketahun minat masyarakat untuk menunaikan ibadah Haji selalu meningkat. Jika pada tahun 2016 lalu, jumlah pendaftar mencapai 2.183 orang, kemudian pada tahun 2017 meningkat menjadi 2.469 orang pendaftar. Sedangkan selama 2018, pendaftar haji di Kemeng Boyolali mencapai sekitar 2.690 orang.

Jumlah tersebut, dipastikan akan terus bertambah. Apalagi saat ini, dikantor Kemenag Boyolali juga sudah didisediakan 3 layanan perbankan satu atap. Masyarakat pun dapat langsung melakukan pembayaran langsung di Bank yang ditunjuk untuk menghimpun dana jamaah.

“ Masyarakat tak perlu repot lagi ke Bank untuk melakukan pembayaran uang muka biaya ibadah haji atau pelunasannya sekalian,” pungkas Saiful.