Petani Pepaya Boyolali Berharap Harga Pasaran Tak Jatuh Lagi

Seorang petani pepaya di Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Boyolali tengah mengurangi daun pepaya agar terhindar dari hama. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Para petani pepaya di Boyolali berharap harga pepaya tidak jatuh lagi. Bahkan, diharapkan harga bisa meningkat di musim kemarau ini.

Menurut Sigit (40), salah satu petani Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, harga saat ini mencapai Rp 3.500/ buah. Harga tersebut adalah harga di tingkat petani. Dia berharap harga bisa terus meningkat lagi.

“Biasanya, pada musim kemarau harga pepaya bisa tinggi mencapai Rp 5.500- Rp 7.000/buah. Saat ini masih berkisar Rp 3.500/buah,” katanya.

Diakui, harga saat ini sudah mengalami kenaikan dibandingkan seminggu lalu. Saat itu, harga pepaya mencapai titik terendah, hanya Rp 1.500/buah. Sehingga banyak petani enggan memanen buah pepaya di kebun dan ladang.

“Bahkan, banyak pepaya dibiarkan membusuk di pohon atau hanya sekedar untuk tambahan makanan ternak.”

Penyebab merosotnya harga, lanjut dia, karena permintaan buah pepaya dari kota besar merosot. Informasinya, permintaan merosot karena pihak hotel ataupun rumah makan lebih senang menghidangkan buah semangka. Dalihnya, karena harga lebih murah.

”Namun, kini harga sudah berangsur membaik. Mudah- mudahan bisa kembali naik.”

Menurut Sigit, biasanya pepaya dari petani dijual kepada pedagang di pasar terdekat atau dijual kepada pengepul. Sebagian lagi dijual langsung di kebun atau ladang, dimana pembeli memanen sendiri buah di pohon.

“Kemudian hasil panen dibayar dengan hitungan perbuah.”

Petani lain Wakimin (61) asal Dukuh Jomboran, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo mengaku, bertani pepaya kini dinilai kurang menguntungkan. Hanya saja, sebagian petani tidak memiliki pilihan tanaman lainnya.

Seperti dirinya yang menyewa sepetak tanah di Desa Salakan, Kecamatan Teras dengan harga sewa Rp 11 juta untuk jangka empat tahun. Tanah sewa tersebut lebih cocok ditanam pepaya yang bisa panen setiap tiga atau empat hari sekali.

Sayangnya, hama tanaman pepaya sekarang semakin mengganas. Utamanya hama kutu putih yang menyerang setiap kemarau. “Ini sudah ada beberapa pohon yang mati. Untuk mendongkrak pendapatan, saya juga menanam cabai di sela- sela pohon pepaya.”