Masuk Tim Paskibra Tingkat Nasional, Begini Pengakuan Dua Pelajar Boyolali

Salma El Mutaffaqiha & Satria Wana Paksi perwakilan Paskibra Nasional dari Boyolali. (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI – Campur aduk, dag-dig-dug yang dialami Salma El Mutaffaqiha akhirnya berakhir dengan menggembirakan saat ia membuka amplop berisi pengumuman peserta yang lolos mewakili Boyolali sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional. Begini pengakuan Salma kepada awak media.

“Perasaan saya senang dan juga saya terkejut karena tidak menyangka bahwa saya terpilih untuk mewakili Boyolali ke nasional,” katanya.

Salma mengaku sama sekali tak membayangkan akan lolos seleksi tersebut karena ada ratusan peserta yang ikut di seleksi tingkat provinsi itu.

Sudah ke level nasional tentu keinginan besar Salma adalah terpilih menjadi pembawa baki bendera pusaka saat upacara HUT Kemerdekaan Indonesia digelar di istana negara 17 Agustus mendatang.

“Yang pasti pengen bawa baki saat pengibaran bendera nanti,” ujar siswi kelas 11 SMA Pradita Dirgantara, Kecamatan Ngemplak Boyolali itu.

Salma menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin agar mampu masuk dalam tim inti. Sekaligus membawa nama baik seluruh masyarakat Boyolali.

“Pesan dari Wabup senantiasa akan kami ingat. Ini kesempatan langka dan tak boleh disia- siakan.”

Senada, Satria Wana Paksi bersyukur dan berterima kasih telah diberi kepercayaan membawa Boyolali maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Pertamanya nggak kebayang. Saya benar-benar terkejut saat saya diumumkan sebagai perwakilan Boyolali,” ungkap Satria siswa SMAN 1 Boyolali tersebut.

Satria mengharapkan doa dan dukungan seluruh masyarakat Boyolali. “Mudah- mudahan kami bisa menjalankan tugas ini sebaik- baiknya.”

Kedua pelajar asal Kabupaten Boyolali yang akan mewakili Boyolali sebagai anggota Paskibra tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Tingkat Nasional tersebut, dilepas resmi oleh Wabup M Said Hidayat, Senin (22/7).

Sementara, Wabup M Said Hidayat mengaku bangga dengan prestasi kedua pelajar tersebut. Hal ini menjadi sejarah bagi Boyolali yang pertama kali terdapat pelajar lolos dan bergabung dalam Paskibra tingkat Nasional dan Provinsi Jawa Tengah.

Wabup juga mengingatkan kedua pelajar tersebut agar senantiasa menjaga nama baik dirinya, keluarga serta masyarakat Boyolali. Bagaimanapun, menjadi anggota Paskibra terasa membanggakan karena tidak setiap pelajar bisa meraihnya.

“Tolong, senantiasa ikuti pesan guru serta orang tua, juga seluruh instruksi instruktur disana,” pungkas Wabu.