1945 Bendera Merah Putih Dikibarkan di Tengah Kebun Teh Lereng Gunung Lawu

Suroto. (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – KARANGANYAR – Bulan Kemerdekaan (Agustus) kali ini disambut dengan sejumlah acara bertema nasionalisme. Seperti yang dilakukan ribuan warga tinggal di lereng Gunung Lawu dalam merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.
Ya, betul, caranya adalah mengibarkan bendera raksasa serta ribuan bendera merah putih berukuran sedang di tengah kebun teh, Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar pada Kamis (01/08/2019).

Sebelum mengibarkan bendera raksasa, bendera merah putih berukuran 30 X 45 meter dibawa arak terlebih dahulu. Dengan membentuk barisan berjajar, bendera raksasa itupun dibawa naik ke Lembah Sumilir di kebun teh tersebut.

Sesampainya dilembah Sumilir, selanjutnya dibentangkan dengan diiringi lagui kebangsaan Indonesia Raya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, wakil bupati Rober Christanto, Dandim 0727 Letkol Inf Andy Amin, Kapolres AKBP Catur Gatot Efendi, unsur Forkompinda serta ribuan warga yang hadir, dengan penuh hikmad, ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman ini.

Usai pemebentangan bendara merah putih, bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, pengibaran bendera berukuran raksasa ini tak sekedar kegiatan seromial berlaka tapi memiliki pesan moral yang ingin disampaikan. Adalah rasa cinta terhadap negara ini harus ditumbuhkan. Menurut bupati, semua memiliki hak yang sama untuk memajukan, tidak berebut.

“Merah putih ini harus mempersatukan, kebhinnekaan adalah keniscayaan. Tapi kerangka berpikir kolektif kebangsaan ini harus terus ditumbuhkan. Tidak boleh terkotak-kotak oleh segmentasi pilihan. Politik itu adalah cermin kebhinnekaan, tapi semangatnya adalah persatuan menuju kejayaaan,” kata bupati, Kamis (01/08/2019).

Ditegaskan bupati, momentum HUT RI ke 74 ini, harus dipahami dalam kerangka untuk mempersatukan semua anak bangsa.

“Kita ini saudara kandung dalam persepktif kebangsaan, kita lahir dari rahim yang sama, yakni ibu pertiwi. Jangan bertikai, saudara harus membantu, yang pintar harus mengawal,” tegasnya.

Terpisah, kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko mengungkapkan, kegiatan memebenetangkan bendera raksasa ini dilakukan dengan tujuan utamamenjaga semangat nasionalisme, kebhinnekaan dan rasa persatuan.

“Dari Kemuning kita sampaikan pesan-pesan Kebhinnekaan, semangat nasionalisme dan menjaga persatuan dan kesatuan ditengah perbedaan yang ada,” ujarnya.