FOKUSJATENG – BOYOLALI- Bukaan median jalan pertigaan Wika di ruas Kampung Pomah, Mojosongo dibuka kembali pada Rabu (21/7/2019) pukul 06.45 WIB tadi. Sebelumnya lokasi ini ditutup dengan barier atau pembatas pasca tragedi kecelakaan yang menewaskan seorang mahasiswi beberapa waktu lalu.
Adapun pembukaan dilakukan dengan menyingkirkan barier atau pembatas. Guna memudahkan, barier sebelumnya digulingkan untuk mengeluarkan air di dalamnya. Barier kemudian langsung disingkirkan setelah air di dalamnya terkuras habis.
Semenjak dibuka, kendaraan dari timur atau Solo bisa berbelok ke utara. Demikian pula kendaraan dari arah utara bisa berbelok ke barat masuk Jalan Solo- Semarang.
Sebelumnya, bukaan median tersebut ditutup paska kecelakaan yang menewaskan mahasiswi UNS, Irza Laila Nur TW (21), warga Perum Bumi Singkil II, Desa Karanggeneng, Boyolali Kota, Kamis (25/7). Saat itu korban hendak berangkat ke kampus di Solo untuk ujian skripsi setelah pamitan ibunya, Dwiyani Merbawaningrum yang merupakan perawat Puskesmas Mojosongo yang bertugas sebagai bidan Desa Kragilan. Dwiyani menderita luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat dihantam trailer.
Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah bagian Puskesmas Mojosongo mengalami kerusakan. Yaitu. ruang parkir, ruang tindakan dan mushola Puskesmas rusak. Hingga kini, pengelola Puskesmas memutuskan menutup pintu sebelah utara.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Untung Raharjo, pembukaan kembali median di pertigaan Wika sudah dipertimbangkan matang bersama jajaran terkait. Dimana kecelakaan yang terjadi karena kesalahan atau faktor manusia.
“Kalau kelengkapan keamanan di sana sudah cukup, termasuk sudah adanya lampu pengatur lalu lintas,” katanya disela- sela pembukaan median,” ujar Untung.
Pihaknya mengingatkan para pengguna jalan agar senantiasa berhati- hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Para sopir juga diminta untuk mengecek kondisi kendaraannya sebelum berangkat.
Namun demikian, sebagai langkah antisipasi kendaraan melompati media jalan, pihaknya tetap memasang pembatas beton di median jalan. Bahkan, rencananya, pemasangan pembatas beton akan ditambah hingga panjang 50 meter di kedua sisi.
“Ya, di kedua sisi baik sisi timur maupun barat akan ditambah pembatas beton hingga masing- masing sepanjang 50 meter. Ini untuk mengantisipasi kendaraan melompati median jalan karena kecelakaan,” pungkas Untung kepada wartawan.