Betonisasi Jalan Penghubung Klego-Karanggede Jadi Program KBBT Tahap Ketiga

KBBT tahap 3. (Yulianto) (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI – Program betonisasi jalan penghubung Klego-Karanggede menjadi program Karya Bhakti Boyolali Tersenyum (KBBT) tahap ke-3 pada tahun 2019. Sebelumnya tahap I digelar Desa Sidomulyo, Ampel, lalu tahap II di Desa Bengle; Kecamatan Wonosamodro.

Kini giliran Desa Gondanglegi; Kecamatan Klego yang memperoleh program tahap ketiga.

Program yang mewujudkan kemanunggalan TNI/Polri dan warga masyarakat ini dibuka dengan acara sarasehan di pendopo balai desa setempat, pada Selasa (20/8/2019). Pembukaan dilakukan Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Bony Facio Bandung.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Kamami mengatakan program KBBT tahap III ini merupakan sinergitas antara TNI-Polri bersama dengan warga. Seluruh elemen ini bergotong royong bersama serta berperan aktif mendukung dan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di desa.

“Semoga kegiatan ini dapat lebih menambah sinergitas dan hasilnya dapat digunakan oleh seluruh warga untuk kelancaran aktivitas sehari-hari serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Kepala Desa Gondanglegi, Sungkono mengungkapkan rasa syukurnya, karena Desa Gondanglegi mendapatkan kesempatan program KBBT tahap III. Betonisasi jalan dilakukan menghubungkan Desa Gondanglegi; Kecamatan Klego dan Desa Dologan; Kecamatan Karanggede sehingga diyakini mampu memperlancar perekonomian dua desa.

“Senang sekali karena dapat melancarkan perekonomian dengan sarana betonisasi. Mudah-mudahan dengan adanya program KBBT ini bisa memperlancar perekonomian di Desa Gondanglegi,” ujar Sungkono.

Selama 30 hari ke depan hingga Rabu (18/9/2019), program ini menyasar pada betonisasi jalan di wilayah tersebut yang sering dilintasi warga untuk beraktivitas tiap harinya. Ruas jalan yang akan dibeton sepanjang 1.020 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 0,12 meter.

Selain itu, ada pula pembangunan saluran air sepanjang 172 meter, tinggi 0,50 meter dan tebal 0,60 meter.
Total anggaran sebesar Rp 479.604.000 dengan bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali sebesar Rp 450.000.000 dan swadaya masyarakat sebesar Rp 29.604.000.