FOKUS JATENG-BOYOLALI-Segera mendaftar bagi yang berminat mengikuti seleksi pengisian perangkat desa. Pasalnya pendaftaran untuk menjadi perangkat desa dimulai pada 20-27 November mendatang.
Ada beberapa lowongan di masing-masing desa yang melakukan pengisian perangkat. Mulai dari sekretaris desa, kepala dusun, kepala urusan, dan kepala seksi.
Jumlah lowongan yang dibuka tidak selalu sama di setiap desa. Ada yang hanya membuka satu lowongan, namun ada pula yang lebih dari satu lowongan. Hal itu tergantung kebutuhan dan posisi yang kosong dari perangkat di setiap desanya.
“Tidak sebanyak tahapan pertama tahun lalu, untuk tahun ini Boyolali hanya membutuhkan 174 orang saja,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto.
Dijelaskan, paska pengisian perangkat desa tahap pertama lalu, masih ada perangkat desa yang purna tugas. Agar tak terjadi kekosongan jabatan, perangkat harus merangkap jabatan. “Ada kaur yang merangkap sebagai kadus. Sehingga tak terjadi kekosongan jabatan,” katanya.
Untuk itu, saat ini mulai didilakukan tahapan pengisian perangkat. Saat ini panitia pengisian perangkat desa baru mengumumkan pembukaan pendaftaran. Masyarakat yang berminat menjadi perangkat bisa melakukan persiapan.
Syaratnya, kata Purwanto, tinggal melengkapi syarat administrasi yang telah ditentukan panitia. Selain itu ada beberapa persyaratan yang harus disediakan oleh pemohon. Antara lain, pemohon sedang dan pernah menjalani pidana. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari pengadilan Negeri, surat keterangan berkelakukan baik dari Kepolisian.
Tapi ada satu syarat lagi yang tak boleh kurang. Yakni bisa mengoperasikan komputer. “Apalagi Boyolali yang sudah menjalankan program Smart City. makanya perangkatnya pun harus bisa komputer,” katanya.
Selanjutnya panitia akan menyeleksi calon perangkat yang sudah lulus administrasi itu melalui tes tertulis.
“Ujian tertulis yang digelar serentak se kecamatan,” pungkasnya.