PILKADA 2020: Saatnya Masyarakat Ikut Pengawasan Partisipatif Agar Transparan dan Demokratis

Gelar Budaya dalam sosialisasi Bawaslu untuk pilkada di Lapangan Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Minggu 24 November 2019. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Masyarakat didorong untuk melakukan pengawasan partisipatif baik pemilu maupun pemilukada. Tujuannya, agar kegiatan Pemilu dan Pemilukada berjalan lebih demokratis dan transparan.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan partisipatif tersebut,” ujar Koordinator Divisi Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih.

Ditemui disela- sela acara Gelar Budaya di Lapangan Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Minggu (24/11) dia mengaku  mengapresiasi langkah sosialsiasi yang digelar Bawaslu Kabupaten Boyolali tersebut.

“Ini sangat bagus dengan menggunakan media seni tradisi. Diharapkan, melalui kegiatan ini maka pengawasan partisipatif masyarakat terhadap kegiatan pemilukada 2020 mendatang bisa lebih meningkat.”

Merujuk pada agenda pemilu serentak 2019 lalu, pihaknya mengakui pengawasan partisipatif masyarakat masih rendah. Dimana dari 677 laporan dugaan pelanggaran pemilu, hanya 20 persen saja yang berasal dari laporan masyarakat.

“Sebanyak 500 lebih laporan merupakan hasil temuan Bawaslu Kota/Kabupaten.”

Senada, Ketua Ketua Bawaslu Boyolali, Taryono menjelaskan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mensosialisasikan tugas Bawaslu terkait dengan pengawasan pemilu. Mengingat tahun 2020, Boyolali bakal menggelar Pemilukada atau pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

“Melalui Gelar Budaya ini, maka kami mengajak masyarakat untuk aktif menjadi pengawas partisipatif. Tahun lalu sudah baik, maka kedepan agar lebih baik lagi.”

Dipilihnya seni reog, lanjut dia, mengingat seni tersebut merupakan salah satu potensi seni dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat Boyolali. Setiap wilayah kecamatan, bahkan, desa/kelurahan memiliki grup seni reog.

“Melalui seni reog ini maka diharapkan kesadaran berpolitik maupun kesadaran menjadi pengawas partisipatif masyarakat semakin meningkat. Pada gilirannya, gelaran Pemilukada mendatang berjalan lebih baik, transparan dan demokratis.”