Kemeriahan BSJC 2019, Ini Videonya!

Boyolali Smile of Java Carnival bertema Florakriya pada Sabtu (30/11/2019) siang hingga sore. (Ichwan Prihantoro) (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI – Kemeriahaan mewarnai gelaran spektakuler Boyolali Smile of Java Carnival bertema Florakriya pada Sabtu (30/11/2019) siang hingga sore tadi. Wajar, ajang kompetisi mobil hias ini memperebutkan hadiah uang tunai total senilai ratusan juta rupiah.

Sebanyak 48 mobil hias dilengkapi dengan koreografi mulai memadati sepanjang pertengahan jalan Ir Soekarno sejak pagi menjelang siang. Bukan hanya penampakan mobil yang dihias aneka bunga, tetapi juga hiruk pikuk peserta yang antusias menikmati musik.

Hingga sore para peserta BSJC (Boyolali Smile of Java Carnival) rela berjalan kaki dari Jalan Ir Sukarno, Komplek Setda Boyolali kemudian menyusuri Jalan Pandanaran hingga finish di depan Galaxy atau timur Pasar Sunggingan, dan di depan panggung kehormatan dan tempat finish itulah para peserta diberi kesempatan untuk tampil maksimal. Tak sedikit pula para penari maupun model wanita cantik nan aduhai memukau sejumlah pengunjung yang antusias memadati lokasi pertunjukan.

Diketahui, BSJC ini merupakan kegiatan rutin sejak kali pertama digelar 2014 lalu. Informasi yang diperoleh menyebutkan, BSJC tahun ini, diikuti 48 peserta yang berasal dari lembaga swasta maupun pemerintah, pribadi dan sekolah.

Adapun penilaian utama adalah hiasan bunga dan turunannya seperti buah dan tanaman. Panitia pun tidak membatasi pemakaian bunga asli maupun bunga tiruannya.

Panitia kegiatan, Dika mengatakan, selain dari Boyolali, peserta juga datang dari Semarang, Jogja, Salatiga, Ambarawa, Demak, Kudus dan paling jauh berasal dari Kabupaten Lumajang, Jatim (Jawa Timur).

“Ada yang berasal dari lembaga swasta maupun pemerintah, pribadi dan sekolah,” ujarnya dalam jumpa pers sebelumnya.

Berkait penilaian terdiri dua aspek. Yaitu, mobil hias sendiri dan kostum. Setiap peserta bisa mengikuti aspek mobil hias maupun keduanya. Untuk kostum maksimal terdiri 25 orang. Namun, dari informasi peserta, rata- rata terdiri 5 – 15 orang saja.

”Juri selain dari Diskominfo, juga berasal dari ISI Surakarta,” terang Dika.

Panitia juga menyediakan pengawal untuk masing- masing peserta. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar penonton tidak mengganggu atau mengambil hiasan mobil peserta. “Selama pelaksanaan karnaval, jalur yang dilalui peserta sementara ditutup untuk kendaraan umum,” pungkasnya.

Bupati Boyolali, Seno Samodro mengatakan, gelaran ini memang tidak digelar setiap tahun supaya tidak muncul kejenuhan di benak masyarakat Boyolali.

Video acara ini dapat Anda saksikan di bawah ini!