Banjir Pos 2 Pendakian Gunung Merbabu Wilayah Selo Boyolali Viral di Medsos, Ini Kata Pengelola BTNGMb

Pos 2 Pendakian Gunung Merbabu wilayah Selo, Boyolali, sempat banjir lumpur. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Jalur pendakian di Pos 2 Gunung Merbabu, jalur pendakiaan Selo, Boyolali sempat viral beredar di media sosial. Hal itu pun dibenarkan oleh pengelola Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb).

Video itu diketahui dibagikan oleh akun Instagram @ombi20. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Junita Parjanti, peristiwa tersebut terjadi di Pos 2 dikarenakan tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan puncak Merbabu.

“Istilah banjir saya kira tidak tepat, tetapi aliran arus yang sangat deras akibat curah hujan yang sangat tinggi,” katanya, Senin (3/2/2020).

Dijelaskan, sejak jalur pendakian Gunung Merbabu dibuka lagi pada 1 Februari 2020 lalu. Setelah ditutup sementara akibat kebakaran hutan yang terjadi pada September 2019 lalu, curah hujan di kawasan puncak Gunung Merbabu hingga Selo, Boyolali cukup tinggi.

“Dua hari terakhir ini curah hujan tinggi di wilayah Selo, Boyolali. Diatas gunung lebih deras lagi hujannya,” ujarnya.
Terlebih kebakaran hutan yang terjadi pada September lalu, juga menyokong kawasan hutan menjadi gundul.

Sementara, tanah lapang yang berada dekat Pos 2 jalur pendaki Selo, kerap dijadikan tempat beristirahat. Dilokasi tersebut juga terdapat shelter sehingga para pendaki dapat berteduh. “Kalau yang nge-camp, lelah terus nge-camp disitu (Pos 2),” imbuh dia.

Kendati sempat diterjang air deras, lanjut Junita, jalur pendakian Gunung Merbabu tetap dibuka. Akan tetapi pihaknya berpesan kepada seluruh pendaki untuk tetap hati-hati dan waspada serta mematuhi tata tertib pendakian.

“Tetap dibuka, tetapi kami berpesan kepada seluruh pendaki untuk tetap hati-hati, lihat situasi dan kondisi cuaca. Jangan memaksakan diri. Pendakian tidak ditutup, tetapi harus ada kehati-hatian dan semua,” katanya.

Hanya saja, terkait kondisi saat ini juga tidak menutup kemungkinan pendakian bisa ditutup. Berkait hal itu,Junita menyatakan akan dibahas bersama Badan Penanngulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya juga akan menambah lagi sarana dan prasarana untuk keselamatan bagi pendaki. Seperti pemasangan seling di Pos 2 untuk pegangan pendaki.

Sementara itu, pemilik akun Instagram @ombi20, Ombi, dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, dia mendaki bertiga bersama dua temannya. Mereka naik ke Gunung Merbabu melalui jalur pendakian Selo, Boyolali pada Minggu (2/2/2020) kemarin.

“Pukul 09.30 WIB saya naik dari base camp Selo, sampai di Pos 2 sekitar pukul 11.30 WIB. Selama pendakian hujan gerimis dan sampai Pos 2 hujan semakin deras,” kata Ombi, warga Cikarang dihubungi melalui telepon selulernya.

Karena hujan semakin deras, dia bersama temannya pun berteduh di shelter di Pos 2 tersebut. Menurut dia, di tempat tersebut sudah ada puluhan pendaki lainnya dan belasan tenda milik pendaki.

“Airnya semakin besar. Yang di tenda nggak tahu, terus yang dishelter memanggil-manggil yang di tenda agar keluar,” kata Ombi yang mengaku baru pertama kali ini naik ke Merbabu.

Arus air dari atas tersebut, lanjut dia, sangat deras dan kencang bahkan bercampur lumpur. Banyak pendaki yang bajunya basah semua. Akhirnya, pakaian ganti milik pendaki lainnya yang kering, dipinjamkan.vTermasuk pakaiannya juga dipinjamkan ke pendaki lainnya. Setelah hujan mereda dan arus air sudah berhenti, Ombi bersama dua temannya memutuskan untuk kembali turun.

“Kami tidak memaksakan diri. Kami putuskan turun lagi, gak jadi naik,” punkasnya.