Pemantauan Intensif Dugaan Keracunan, Dinkes Boyolali Buka Posko Kesehatan di Kompleks Ponpes Al Hikam

Dinkes Boyolali dirikan posko kesehatan di Ponpes Al Hikam untuk penanganan kasus dugaan keracunan makanan. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pasca terjadinya kasus dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SDIT Al Hikam Banyudono, Dinas Kesehatan Boyolali membuka Posko Kesehatan di Komplek Ponpes Al Hikam yang juga menaungi sekolah tersebut

Hal itu untuk mengantisipasi jika masih ada tambahan pasien yang mengalami keracunan makanan. Karena efek dari keracunan kemarin, dimungkinkan masih bisa terjadi hari ini. Sehingga dengan cepat mereka dapat tertangani.
Disisi lain kegiatan belajar mengajar diliburkan sehari. Hal itu dilakukan karena sebagian siswa masih sakit.

“Untuk follow up kami buka Posko kesehatan selama 2 x 24 jam,” kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Kamis (6/2/2020).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Boyolali, Sherly Jeanne Kilapong, menambahkan sampai siang ini ada 16 pasien yang memeriksakan kondisi kesehatannya di Posko Kesehatan. Mereka terdiri 11 siswa dan 5 guru SDIT Al Hikam. “Hari ini sampai siang ini ada 11 siswa dan 5 guru (yang periksa ke Posko),” jelas Sherly.

Sehingga jumlah total korban keracunan makanan di SDIT dan SMPIT Al Hikam, yang telah mendapat penangan medis sampai siang ini sebanyak 138 orang. Dari jumlah tersebut, 28 pasien diantaranya sempat dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Boyolali.

Sementara, Sekretaris II Yayasan Ponpes Al Hikam, Wahid Ismail mengatakan kegiatan belajar mengajar SD IT Al Hikam, diliburkan sehari, hal itu sekaligus juga bertujuan untuk mendinginkan suasana dan ketenangan siswa dan para orang tua. Seluruh keluarga besar sekolah juga diminta tetap tenang sembari menunggu hasil pengecekan dari jajaran terkait.

“Ada sebagian siswa yang masih menjalani perawatan, sebagian besar perawatan di rumah. Jadi kegiatan belajar mengajar diliburkan sehari,” pungkasnya.