Operasi Pencarian hingga Wilayah Solo, Mbah Tri Joko di Sungai Pepe Belum Buahkan Hasil

Tim SAR Boyolali melakukan pencarian Mbah Tri Joko yang diduga hanyut di Sungai Pepe. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Mbah Tri Joko (82), warga Dukuh Kemuning, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo yang dinyatakan hilang setelah diduga hanyut terseret arus kali Pepe pada Selasa (11/2/2020) hingga saat ini belum ditemukan, Senin (17/2/2020).

Kendati upaya pencarian dengan menyusuri areal persawahan lokasi terakhir kali korban berada. Hingga menyusuri aliran sungai Pepe hingga ke wilayah Solo. Namun belum bisa membuahkan hasil.

“Memang operasi pencarian korban, secara resmi sudah ditutup Minggu Sore (17/2). Akan tetapi kami tetap melakukan terus melakukan pemantauan disepanjang aliran sungai Pepe,” kata Kepala Bidang Darurat dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo.

Dijelaskan, SAR Mission Coordinator itu juga menyatakan selama operasi pencarian ini, pihaknya telah menyusuri aliran sungai Pepe. Tak hanya pemantauan dari atas sungai saja, upaya pencarian juga dengan melakukan penyelaman.

Bahkan, pihaknya juga memasang jaring dibeberapa jembatan dan kedung sungai anak sungai Bengawan Solo ini. Dengan harapan, jika korban hanyut bisa tersangkut di jaring tersebut. Namun, lagi-lagi upaya tersebut belum bisa menemukan korban.

“Selama operasi pencarian ini, kendala yang dihadapi ketika sedang banjir saja. Arus sungai menjadi deras. Sehingga pencarian hanya pemantauan dari atas sungai saja,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tri Joko (82) tahun Dukuh Kemuning, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, hilang sejak Selasa (11/2) sore. Dugaan sementara korban hanyut terseret derasnya arus Kali Pepe, saat pulang dari sawahnya di pinggir sungai tersebut. Sehingga nasib kakek yang sudah lanjut usia itu belum diketahui.