Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi, Boyolali Kebanjiran, Ini Langkah BPBD Boyolali

Pengiriman logistik korban banjir di Desa Nglese, Juwangi. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Hujan lebat pada Senin (17/2/2020) pukul 14.30 WIB mengakibatkan 28 keluarga di Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi menjadi korban banjir. Selain dikarenakan intensitas hujan yang sangat tinggi, banjir juga disebabkan meluapnya aliran anak Sungai Serang yang melintasi sebagian wilayah desa itu.

Kendati luapan air mulai surut pada Selasa (18/2/2020), warga tetap siaga dengan melihat cuaca yang masih berpotensi hujan. Karena warga masih khawatir banjir akan terjadi lagi. Banjir di Ngleses melanda dua dusun yakni Sidorejo (RT 007, RT 008, dan RT 014) serta Dusun Jambeyan (RT 019 dan RT 004).

Air yang masih menggenangi jalan-jalan perkampungan setinggi 40 cm hingga satu meter hingga masuk ke rumah-rumah warga, termasuk juga menggenangi area ladang penduduk. Hal tersebut menjadikan aktivitas warga menjadi tersendat.

Sementara pada Rabu (19/2/2020), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali mendatangi lokasi di salah satu wilayah paling ujung di Kabupaten Boyolali. Petugas dan sukarelawan membawa bantuan logistik berupa bahan makanan pokok yang diserahkan kepada warga terdampak serta melakukan asesmen.

“Hari ini kita droping logistik standar kebutuhan hidup sebanyak 10 paket untuk 28 KK terdampak. Nanti pembagian dengan dasar kebutuhan kelompok rentang mulai dari manula, ibu hamil, baita dan difabel,” terang Kepala Bidang Kebencanaan dan Logistik BPBD Kabupaten Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo di lokasi.

Selanjutnya pihaknya juga mengecek dan mendata rumah dan sejumlah fasilitas umum lain.

“Kemudian untuk rumah-rumah juga kita asesmen, infrastruktur jembatan barangkali ada yang rusak kita data akan kita laporkan ke pak Bupati Boyolali. Untuk upaya penanganan selanjutnya dari Pemkab Boyolali,” imbuh pria yang akrab dipanggil Yoyok ini.

Sementara Sekretaris Desa Ngleses, Budi Wahono yang menerima kedatangan BPBD mengatakan sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir tersebut meski tidak ada yang mengungsi.

Pihak desa berharap banjir tidak terulang dengan meminta perluasan saluran air yang berada di bawah Desa setempat.

“Harapan pemerintah Desa ke depan untuk saluran kanal yang merupakan saluran keluar air dari desa itu diperbesar jadi mampu menampung kapasitas air yang lebih banyak,” tandas Budi.