Selain Ibadah Online saat Pekan Suci Paskah, Sejumlah Gereja Bikin Aksi Sosial Cegah Covid-19

Jemaat GSJ Imanuel Boyolali gelar aksi sosial setelah ibadah online Paskah, Minggu 12 April 2020. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI – Selain merayakan rangkaian Pekan Suci Paskah tahun 2020 selain secara online demi mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), sejumlah gereja di Boyolali menggelar aksi sosial. Seperti pembagian masker dan juga sembako.

Salah satunya seperti di Gereja Sidang Jemaat (GSJ) Imanuel Boyolali.

“Ditengah pandemi virus Corona, kami sengaja tak mengumpulkan jemaat dalam jumlah banyak. Tapi kegiatan kami fokuskan untuk berbagi dengan sesama,” kata Pendeta Muda GSJ Imanuel Boyolali,Kris Handrika Imanuel Raharjo, disela-sela aksi pembagian sembako, Minggu (12/4/2020).

Dijelaskan, tidak seperti tahun sebelumnya, perayaan paskah selalu penuh suka cita itu diwujudkan dengan pembagian telur asin kepada masyarakat.

Tapi, khusus tahun ini perayaan lebih ke berbagi bahan pangan dalam paket sembako. Itu mengingat tak sedikit masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan pangan.

“Kami tetap membagikan telur asin. Tapi jumlahnya tak banyak. Hanya seribuan. Kami alihkan dengan pemberian paket sembako kepada masyarakat yang ada dilingkungan gereja dan lingkungan sekitar jemaat,” ujarnya.

Kris mengatakan wujud kasih Tuhan harus di implementasikan. Salah satunya dalam kesempatan perayaan Paskah ini dengan cara berbagi kepada sesama.

“Harapan kami dengan Paskah ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Semua berharap wabah virus Corona segera berlalu,” ujar Handrika.

Terlebih Perayaan Paskah bagi umat Kristiani merupakan peringatan kebangkitan. Dengan semangat kebangkitan ini, umat Kristiani juga berharap wabah virus Corona dapat segera hilang.

Kris menambahkan untuk peribadatannya sendiri dilakukan secara online. Beberapa pengurus tetap datang ke gereja. Sedangkan seluruh jemaat melakukan sembahyang di rumah masing-masing.

“Jadi kami siarkan live streaming. Dan berpaling secara khidmat,” tambah Kris.

Sementara itu, Widyati (43), mengaku terharu dengan kepedulian gereja yang memberi paket sembako. Paket sembako berisi beras, gula, minyak dan lain-lain ini sangat membantu mencukupi kebutuhan beberapa hari.

“Disaat kondisi sulit. Gereja menunjukkan keperdulian terhadap sesama,” pungkasnya.