FOKUSJATENG – BOYOLALI – Tim gabungan Polres Boyolali, TNI, Satpol PP dan Disgub menggelar operasi besar besaran besar-besaran bagi pengendara motor dan mobil di sejumlah jalan raya perbatasan antar kabupten/ Kota di Boyolali. Salah satunya berlangsung di pertigaan Bangak, Banyudono Boyolali. Jumat (17/4/2020) pagi.
Puluhan pelanggar kaget karena tidak ada sanksi tilang saat terjaring razia, nemun mereka malah mendapatkan masker gratis dan diminta selalu memakai penutup hidung dan mulut saat berkendara.
“Kali ini, kami melakukan kegiatan di jalan tak seperti biasanya. Razia ini bukan untuk penegakkan hukum bagi para pelanggar pengguna kendaraan, tapi memberikan edukasi selalu pakai masker saat kondisi wabah corona. Kita bagikan 500 masker gratis di sejumlah jalan protokol,” jelas Kapolres Boyolali AKBP Rahmad Nur Hidayat didampingi Kasatlantas Polres Boyolali AKP.Dwi Panji Lestari.
Dijelaskan, kegiatan ini berkaitan dengan kewajiban warga yang berada di luar rumah termasuk pengendara sepeda motor maupun mobil untuk selalu memakai masker saat berkendara. Langkah ini sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran corona di jalanan atau tempat umum yang dilewati masyarakat.
“Untuk itu dalam operasi ini sifatnya menyadarkan agar masyarakat patuh. Agar penyebaran virus corona segera teratasi,” ujarnya.
Selain itu petugas juga melakukan screening kepada pengguna kendaraan bermotor. Tes suhu tubuh dengan thermal guns ini untuk mendeteksi apabila didapat tanda tanda warga terjangkit Covid 19.
Senada, Kepala Satpol PP Boyolali Sunarno melalui Kasi Opdal Tribun Tranmas M Supriyatin menambahkan selain menggelar razia di sejumlah kawasan jalan raya, tim gabungan juga akan melakukan kegiatan serupa di tempat-tempat keramaian seperti pasar dan swalayan atau tempat perbelanjaan. Pihaknya akan memeriksa para pengendara atau masyarakat yang tidak memakai masker untuk mematuhi aturan demi mencegah penyebaran corona.
“Jika diketahui tak pakai masker, langsung kita beri imbauan dan diminta untuk memakai masker gratis yang diberikan. Kita juga akan bubarkan kerumunan yang biasa dilakukan para remaja pada malam hari,” ujarnya.