Warga Kedungpilang, Wonosamodro Boyolali Ubah Lidi Jadi Piring Saji

Seorang pengrajin di Desa Kedungpilang, Kecamatan Wonosamodro, Boyolali, tengah menunjukkan karyanya yakni piring terbuat dari anyaman bambu. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Berawal dari kreatifitas, siapa sangka jika kini kerajinan tangan piring dari lidi daun kepala bisa mendatangkan rupiah. Ini yang sedang dilakoni Hartatik, seorang warga Desa Kedungpilang, Kacamatan Wonosamodro. Sekitar tahun 2016, dia mengikuti tetangga untuk membuat kerajinan dari lidi kelapa. Buah dari kreatifitasnya, kini piring lidi atau disebutnya dengan rigen serta kerajinan tangan lainnya sejenis mangkuk hingga tempat saji buah mampu dia hasilkan setiap bulan.

“Mulai sekitar empat atau lima tahun yang lalu. Yang dibuat ini bentuk piring dan bentuk mangkuk dan tempat buah,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya.

Untuk mencari bahan baku satu-satunya berupa lidi, dirinya mengaku tidak terlalu kesulitan karena bahan baku tersebut mudah didapatkan. Cukup membeli di pasar, bisa langsung membuat berbagai macam kerajinan. Untuk seikat lidi kering, dia hanya cukup membayar Rp 3.500 hingga Rp 4.000. Sedangkan untuk mendapatkan lidi basah, dia mengeluarkan biaya Rp 5.000 untuk satu ikat.

“Satu ikat bisa jadi sekitar enam (kerajinan piring lidi), kalau seikat yang besar sampai tujuh berbentuk piring dan mangkuk,” ujarnya.

Dalam satu hari, dia bisa produksi sekitar 10 kerajinan lidi. Dia menjual ke konsumen dengan harga Rp. 1.500 hingga Rp. 1.800. Untuk kerajinan yang dipesan secara khusus, dia mematok harga Rp. 2.000 hingga Rp. 3.000.

Hasil karyanya ini selain unik juga tidak bisa pecah dan bisa digunakan dalam jangka yang cukup lama atau awet. Priring bisa digunakan pengusaha rumah makan, restoran atau sejenisnya karena tidak membutuhkan air atau sabun untuk membersihkannya mengingat piring ini hanya membutuhkan kertas minyak atau daun sebagai alasnya ketika digunakan.

“Sekali setor dalam satu minggu sekitar 70-75 buah. Ini unik dan tidak ribet seperti piring yang pecah,” tuturnya.
Dari kreatifitas tersebut, dia mengaku bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.