FOKUSJATENG – SOLO – Berawal dari kesadaran untuk membagikan ilmu dan pengalamannya, empat penulis dan praktisi literasi membentuk komunitas Rumah Pelita Aksara Indonesia di Kota Solo.
Gagasan membentuk Rumah Pelita Aksara Indonesia guna menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menyalurkan ide-idenya melalui karya tulisan, namun terkendala bimbingan dari praktisi.
“Kami ingin membantu agar banyak orang bisa tegerak untuk membuat karya tulisan, baik artikel, fiksi, non fiksi dan buku,” ujar salah seorang founder Rumah Pelita Aksara Indonesia, Suhamdani, Rabu (13/5/2020).
Suhamdani selama puluhan tahun bergelut dalam dunia sastra dan jurnalis. Karya-karya bukunya sudah diterbitkan berbagai pihak. Dan saat ini masih aktif memimpin salah satu media online terkemuka di Kota Solo, sebagai Pemimpin Redaksi (Pimred).
Sementara Andri Saptono yang juga founder menambahkan, Rumah Pelita Aksara Indonesia mempunyai ruang lingkup bidang, seperti Workshop Literasi, Penulisan serta Penerbitan buku.
Andri Saptono adalah penulis karya-karya sastra, baik Cerpen dan Novel. Dirinya sudah menerbitkan beberapa karya buku yang sangat menarik.
Selain itu, Andri juga memiliki penerbitan buku, yang banyak membantu penulis-penulis baik kalangan guru, penulis Cerpen, penulis novel hingga masyarakat umum.
Menjangkau seluruh Indonesia
Di sisi lain, Albert Natalia, salah seorang founder Rumah Pelita Aksara Indonesia menyebutkan, guna menjaga semangat dan energi menulis, perlu dorongan atau usaha dalam diri penulis.
“Melalui metode hypnoteaching, seseorang bisa terbantu untuk menumbuhkan niat dan motivasinya, termasuk dalam memulai membuat karya tulisan,” papar Albert.
Albert Natalia sudah lama membantu banyak orang dalam memprogram pikiran bawah sadar (PBS) dan afirmasi yang secara dahsyat mengubah pengalaman hidup banyak orang. Dirinya adalah seorang Energizer dan penulis.
Tak jauh berbeda diungkapkan Didik Kartika yang juga salah seorang founder Rumah Pelita Aksara Indonesia.
“Rumah Pelita Aksara Indonesia ini semacam laboratorium menulis yang bisa kita tularkan ke siapa saja dan bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia,” papar Didik.
Didik Kartika adalah seorang jurnalis senior yang sudah mengabdi selama 22 tahun pada dunia pers dan kini juga aktif sebagai pegiat literasi atau penulisan.
Keempat founder komunitas Rumah Pelita Aksara Indonesia ini memiliki pengalaman, kapasitas dan jam terbang cukup lama dalam mengisi berbagai workshop, training, Diklat dan seminar di beberapa tempat.
Mereka juga sering terlibat bersinergi dengan guru-guru dan sekolah-sekolah baik TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi di berbagai daerah, terutama dalam dunia literasi.
Para founder Rumah Pelita Aksara Indonesia ini berharap, langkahnya bisa disambut baik dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memajukan karya-karya penulisan yang baik dan berbobot. (*)