Warga Desa Sempu Kecamatan Andong Boyolali Gelar Ritual Sedekah Bumi Tarik Wisatawan

Tradisi sedekah bumi yang dilakukan warga Desa Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Kendati ditengah pandemic covid 19 warga Dukuh Karang Rejo, Desa Sempu Kecamatan Andong, tetap menggelar tradisi rirual sedekah bumi. Kegiatan ritual syukuran dengan melibatkan warga satu dukuh ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur, karena kehidupan kurun setahun sebelumnya diberikan banyak rejeki dan kesehatan dari Allah. Salah satunya adalah nikmat panen hasil pertanian selama setahun, Senin 29 Juni 2020.

“Syukuran sedekah bumi atau dekahan desa ini rutin di selelenggarakan setiap tahun sekali setelah panen padi,” ujar tokoh pemuda setempat Rubiyanto.

Dalam ritual tradisi sedekah bumi tersebut yang digelar dihalaman rumah ketua RT setempat, Suratman, puluhan warga membawa nasi lengkap berikut lauk dan ayam ingkungnya. Uniknya setiap warga menggunakan pembungkus nasi yang sama, yakni ‘kroso’ atau takir besar terbuat dari daun kelapa. Setelah dilapisi daun pisang sebagai alas nasi, kemudian sejumlah sayur ditempatkan dalam takir yang juga terbuat dari daun pisang.

“Setelah semua lengkap, kemudian ditutup dengan daun jati. Kemudian kedua ujung kroso itu diikat, dengan demikian semua masakanan sama, baik macamnya maupun ukurannya,” ujarnya.

Ukuran kroso pun sama, imbuh ketua RT Suratman, karena kroso itu digarap oleh para pemuda setempat. Bahkan menariknya lagi, dalam tradisi ritual sedekah bumi ini warga setempat juga menerapkan protokol kesehatan. Warga setempat ke lokasi syukuran datang dengan memakai masker. Di lokasi kegiatan juga disiapkan sejumlah tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya.

“Ya, karena masih dalam masa pandemi covid, maka acara tasyakuran juga digelar sesuai protokol kesehatan, dimana warga harus mencuci tangan pakai sabun, dan pakai masker. Saat kenduri berlangsung pun juga menerapkan physical distancing,” ujar Suratman.

Menurut Suratman, ritual dekahan atau sedekah bumi ini sudah berlangsung sejak turun temurun. Yaitu digelar satu tahun sekali, setelah panen padi kedua. Seperti tahun sebelumnya, selamatan ini selalu digelar bertepatan musim peralihan, yakni dari musim penghujan ke musim kemarau.

“Iya karena, tanah pertanian di desa kami merupakan tanah tadah hujan,” ujarnya.

Acara berlangsung sejak pukul 07.00 hingga pukul 09 00 ini diawali doa bersama kemudian dan diakhiri dengan saling berbagi makanan.

“Karena ada corona, acara dibuat sederhana tidak ada pengeras suara, warga diwajibkan menggunakan masker dan tetap cuci tangan sebelum dan selesai acara. Yang penting tetap dalam kebersamaan, bersyukur dan tidak mengurangi nilai dari acara itu sendiri,” katanya.

Salah satu pengunjung Gunawan (45) asal Kecamatan Andong mengaku senang bisa mengikuti ritual sedekah bumi di Dusun Karang Rejo, Sempu ini. Tradisi unik tersebut bisa dikemas untuk menarik wisatawan. “Kami berharap tradisi unik ini bisa terus digelar rutin setiap tahun dan sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya ungkapan rasa syukur setelah panen padi,” pungkasnya.