FOKUS JATENG-BOYOLALI-Bantuan dari berbagai kalangan terus mengalir untuk masyarakat Desa Kalangan, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang terdampak Covid-19. Salah satunya datang dari PAC PDIP Kecamatan Klego, Senin 3 Agustus 2020.
Seperti diketahui bahwa masyarakat Desa Kalangan terinfeksi corona sebanyak 11 orang. Mereka termasuk klaster Merti Desa yang digelar beberapa waktu lalu. Lantaran cukup banyak yang terkena pandemi ini, lantas banyak kalangan yang mengirim bantuan logistik berupa sembako maupun kebutuhan sayur-mayur.
Sembako sebanyak 50 paket itu datang dari PAC PDIP Klego dan juga anggota Fraksi PDIP DPRD Boyolali Miftahudin, SH dan anggota Fraksi PDIP DPR RI Rahmat Handoyo. Puluhan paket sembako ini meliputi beras 5 kg, mi telur dan minyak goring 1 liter.
Sarimo, tokoh PDIP Kecamatan Klego menyampaikan bahwa bantuan sembako ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. “Selain paket sembako, kami juga menyalurkan bantuan makanan untuk ibu hamil dan balita,” terangnya di sela penyaluran bantuan sembako.
Penyaluran bantuan ini sudah yang kesekian kalinya. Sebelumnya juga sudah mendistribusikan ratusan paket sembako serta makanan ibu hamil dan balita. “Makanan ibu hamil dan balita ini kami salurkan mengingat ada salah satu keluarga yang ibunya positif Covid, sehingga harus menjalani karantina terpisah dengan sang anak yang masih balita,” papar dia.
Dalam penyaluran bantuan ini, selain tokoh dan pengurus PAC PDIP Klego, juga hadir anggota Fraksi PDIP DPRD Boyolali Miftahudin, SH. Pihaknya meminta masyarakat yang terdampak Covid-19 tetap tenang tapi juga harus waspada. “Kuncinya adalah membiasakan pola hidup sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalangan Subandono sangat mengapresiasi penyaluran bantuan sembako dari PAC PDIP Kecamatan Klego. Paket sembako ini akan segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. “Terima kasih banyak atas bantuan sembakonya,” tuturnya.
Terkait perkembangan Covid-19 di Desa Kalangan, lanjut dia, warga yang dinyatakan pasien positif Covid-19 sebagian sudah berangsur membaik, bahkan sudah ada yang negatif. Kini, pihaknya tinggal menunggu hasil swab terakhir yang belum keluar hasil swabnya. “Semoga semua negatif, sehingga aktivitas masyarakat bisa pulih kembali,” harap dia.