FOKUS JATENG-BOYOLALI-Krisis air bersih mulai dirasakan sebagian warga Boyolali utara. Kondisi ini, direspon cepat Pemkab Boyolali dengan mengirimkan bantuan bantuan air bersih ke wilayah yang kekeringan. Pemkab menyebut setidaknya ada tujuh wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali mulai kekurangan air bersih.
Tahap awal, sebanyak delapan tangki air bersih digelontorkan bagi warga di wilayah Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi. Bantuan tersebut secara simbolis dilepas Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.
“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian jajaran Pemkab Boyolali terhadap kondisi masyarakat, utamanya yang kekurangan air bersih,” ujar M Said disela sela apel kesiapsiagaan bencana kekeringan, Selasa (11/8/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup M Said Hidayat berpesan agar seluruh petugas yang mengirimkan air bersih tetap mentaati protokol kesehatan. Hal ini mengingat masih dalam tahap pandemi Covid-19. Sehingga seluruh petugas dan masyarakat selamat dan tidak terkena pandemi tersebut.
Sementara Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo menyebut bantuan yang akan dikirimkan ke masyarakat, diplot sebanyak 1.400 tangki. Mengingat, tahun ini menurut BMKG adalah kemarau basah. Sehingga ditetapkan, bantuan air bersih dimulai tanggal 1 agustus dampai 31 Oktober.
Jika sudah ada hujan, maka bantuan dihentikan. Sebaliknya, jika belum hujan maka bantuan akan ditambah. “Tahun ini kami siapkan sekitar 1.400 tangki. Dari BPBD 400 tangki, Kesra Setda Boyolali sebanyak 200 tangki dan PMI 100 tangki serta pihak ketiga sekitar 800 tangki,”ujarnya.
Dengan demikian, masyarakat yang kekurangan air bersih diminta segera mengajukan bantuan ke BPBD. “Pengajuan oleh desa melalui kecamatan setempat. Begitu surat pengajuan datang, kami akan langsung kirimkan bantuan air bersih,” katanya.
Adapun daerah rawan kekurangan air bersih di Boyolali adalah Juwangi, Kemusu, Wonosamodro, Wonosegoro, Selo, Musuk dan Taman sari.
“Pemetaan daerah rawan kekeringan untuk tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, tidak ada perubahan. Di wilayah utara ada Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, dan wonosamodro. Sedangkan di wilayah selatan ada di Kecamatan Selo, Musuk dan Taman sari,” pungkasnya.