FOKUS JATENG-BOYOLALI-Krisis ekonomi dan sosial yang disebabkan pandemi covid-19 berpotensi menghambat tumbuh kembang bayi dibawah lima tahun (Balita) dan ibu hamil.
Akibat lockdown, jaga jarak (physical distancing) maupun imbauan tetap tinggal di rumah menjadi salah satu penghambat pengecekan kesehatan, distribusi vitamin dan suplemen yang biasa dilakukan pos pelayanan terpadu (Posyandu).
“Sekitar tiga bulan ini. Posyandu di Desa Teras, Kecamatan Teras ditiadakan sementara,” kata Kepala Desa (Kades) Teras, Santoso. Rabu (18/8/2020).
Disebutkan, berdasarkan data dari Posyandu Desa Teras, sebanyak 487 balita dan 42 ibu hamil masih membutuhkan pengecekan kondisi tubuh rutin, vitamin dan makanan bergizi dari program Posyandu.
“Beruntung, sejak bulan Juli lalu, sudah ada delivery pelayanan terpadu (Desyandu) bentukan PT. Pertamina. Dengan Disyandu ini, para balita dan ibu hamil tetap mendapat pelayanan dan suplai vitamin serta makanan bergizi dari kader Desyandu,” ujarnya.
Sementara itu, Arya Yusa Dwi Candra, Senior Supervisor Communication PT Pertamina MOR IV wilayah Jateng-DIY menjelaskan PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT) berinovasi menciptakan Sistem Informasi Tumbuh Kembang (Si-Kembang) dalam bentuk website dan mendorong masyarakat untuk menjalankan kegiatan Delivery Pelayanan Terpadu (Desyandu) sebagai wujud tanggap Covid-19 di Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
“Sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) Fuel Terminal (FT) Boyolali untuk menggantikan fungsi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang terkendala akibat Covid-19,” ujarnya.
Menurutnya masa pertumbuhan balita merupakan masa terpenting untuk tumbuh kembang anak dan dapat berpengaruh ke depannya. Untuk itu dibutuhkan inovasi dalam pelaksanaan kegiatan posyandu agar tetap dapat berjalan meski dengan protokol dan anjuran Covid-19.
“Sejak itu perkembangan kesehatan balita di Desa Teras kembali termonitor dan kebutuhan gizi anak pun tetap terpenuhi. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol dan anjuran Covid-19 yang berlaku,”
Kepala Puskesmas Teras, dr. Titik fauzati mengapresiasi bantuan program ini. Hal itu dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencegah terjadinya kasus stunting. “Petugas di lapangan juga dilengkapi dengan sarana pendukung dan alat pelindung diri,” pungkasnya.