Nestapa Okta Putra Pratama, Bocah Tiga Tahun asal Boyolali Derita Kanker Mata

Okta Putra Pratama, penderita kanker mata asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Balita laki-laki ini harus menahan sakit akibat penyakit yang dideritanya. Sesekali, balita bernama Okta Putra Pratama (3) itu terlihat meringis menahan sakit saat membuka matanya. Diapun kemudian menutup mata untuk mengurangi rasa perih dimatanya itu.

Okta Putra Pratama didiagnosa dokter menderita kanker mata ketika berusia satu tahun. Saat itu, orang tua Okta, pasangan Eka Pratama (24) dan Ala Alama (22) warga Dukuh Berdug Lor, RT 01, RW 13, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel,inipun berupaya mengobati penyakit yang diderita anak pertamanya. Karena keterbatasan biaya, keluarga belum bisa melakukan pengobatan lanjutkan ke rumah sakit spesialis mata yang ada di Solo atau Jogja.

“Dia hanya diberi obat mata salep atau tetes mata untuk mengurangi rasa nyeri saja,” ujar Ahmad Mustari, salah satu relawan Komunitas Masyarakat Peduli Akan Kemanusian (Kompak) Kecamatan Ampel yang mendampingi keluarga Okta.

Serangan kanker yang awalnya hanya menyerang mata kanan itu pun kemudian menjalar ke mata kirinya. Sehingga kedua matanya tak pernah dibuka. “Awalnya hanya pada mata kanan saja. Dibagian kornea mata kanannya terdapat bintik putih. Kalau mau tidur harus dikasih salep. Kalau tidak dia tidak bisa tidur karena merasakan sakit perih,” ungkapnya.

Kondisi keluarga Okta yang lahir pada 7 Oktober 2017 tersebut semakin memprihatinkan, seiring datangnya masa pandemi Corona, Eka Pratama ayah Okta terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari salah satu pabrik tempat dia bekerja. Sedangkan Ala Alama ibu Okta hanya dirumah sebagai ibu rumah tangga.

Selama ini ketiganya tinggal dirumah tak layak huni (RTLH). Dinding rumah masih berupa anyaman bambu, lantainya juga masih berupa tanah.

Hingga saat ini orang tua Okta hanya bisa berupaya mengumpulan uang sembari menunggu kepedulian pemerintah setempat agar bisa berobat sebagaimana mestinya. Ahmad Mustari menambahkan pihaknya juga berupaya melakukan penggalangan dana secara umum.

“Sampai saat ini Pemerintah desa (Pemdes) Sidomulyo, Kecamatan Ampel juga baru mengupayakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun BPJS,” ujarnya.