FOKUS JATENG-BOYOLALI-Kebijakan pemerintah yang mengizinkan sejumlah sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, ditindaklanjuti oleh sekolah yang telah lolos verifikasi.
Seperti SMP Negeri 2 Boyolali, saat ini tengah mempersiapkan sarana prasarana pendukung untuk pembelajaran tatap muka di era new normal.
“Secara umum kami sudah siap,” ujar Kepala SMPN 2 Boyolali, Agus Winarno. Rabu (3/9/2020).
Dijelaskan, sebagaimana arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, maka pembelajaran dilakukan dengan sistem shift. Kemudian siswa harus menjaga jarak dengan siswa lain, jumlah siswa dalam satu kelas maksimal hanya setengah dari jumlah siswa. Di dalam kelas juga diterapkan jarak aman antar tempat duduk siswa. Bahkan siswa tidak diizinkan berpindah-pindah tempat duduk.
“Dimana kapasitas kelas hanya diisi separoh dari jumlah siswa. Untuk kelas VII, separoh siswa masuk pada Senin dan Kamis.Kelas VIII masuk hari Selasa dan Jumat, sedangkan kelas IX hari Rabu dan Sabtu,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya tidak memaksakan seluruh siswa mengikuti pembelajaran tatap muka. Dari total 610 siswa, yang setuju untuk pembelajaran tatap muka sebanyak 88 persen dan tidak setuju sebanyak 12 persen. “Untuk siswa yang tidak setuju tetap disiapkan pembelajaran secara daring atau online,”ujarnya.
Menurut Agus Winarno , fasilitas pendukung antara lain, tempat cuci tangan dan sabun di setiap kelas. Kemudian ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) lengkap dengan aneka obat- obatan. Juga sudah disiapkan thermoguna untuk mengecek suhu tubuh para siswa dan guru.
“Sehingga hanya siswa dan guru yang benar- benar sehat diizinkan datang ke sekolah. Kami juga menjalin koordinasi dengan PMI dan Dinkes Boyolali, bahkan kami juga siapkan APD,” katanya,
Hal senada juga diungkapkan Kepala SMP Negeri 1 Sambi, Gatot Harwanto. Diantaranya dengan menyiapkan fasilitas pendukung serupa. Pihak sekolah juga sudah mendapatkan persetujuan izin dari para orang tua siswa.Namun demikian, pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Disdikbud Boyolali.
“Secara teknis sudah siap, namun kamis masih menunggu keputusan akhir dari Disdikbud. Apapun keputusannya, kami siap laksanakan,” pungkasnya.