Lagi, Komunitas Sedulur Kompak Bedah Rumah di Desa Kaligentong Gladagsari Boyolali

Komunitas Sedulur Kompak merehab rumah salah satu relawan. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Untuk yang kesekian kali, Komunitas Sedulur Kompak menunjukkan eksistensinya melalui kegiatan bedah rumah. Komunitas yang beranggotakan puluhan relawan ini menyasar kalangan warga tidak mampu untuk diperbaiki tempat tinggalnya, Senin (21/9/2020).

Adalah Tutik Prihartini (46) seorang relawan yang peduli terhadap masalah sosial. Mbak Tutik, demikian orang memanggilnya merupakan anggota aktif Kompak dari awal berdiri. Ia sering turun ke lapangan menjadi relawan di semua kegiatan yang dilakukan Kompak. Kepedulian itu mengakar kuat dalam dirinya meskipun hidup dalam keterbatasan.

Warga Dukuh Tegal Sari, Desa Kaligentong kecamatan Gladagsari itu sudah lama ingin memperbaiki tempat tinggalnya. Hanya saja, aktivis Nahdlatul Ulama Ranting Kaligentong ini mengaku terkendala biaya. Hingga akhirnya harapan itu baru akan terwujud menjelang akhir tahun ini.

“Kondisi rumah Mbak Tutik yang tidak layak dan tidak bersekat, membuat keprihatinan teman- teman Kompak,” ujar Budi Gogon aktivis Komunitas Sedulur Kompak.

Dijelaskan, relawan guru ngaji di kampung Tegalsari ini mendapat bantuan dari beragai elemen yang tergabung dalam komunitas masyarakat peduli kemanusiaan. “Agenda bedah rumah Kompak ke-08 ini sebenarnya sudah diagendakan beberapa bulan yang lalu, namun tertunda semenjak adanya pandemi Covid-1 9,” katanya.

Sedangkan kondisi rumah mbak Tutik, menurut Budi Gogon, dapur dan kamar mandi tanpa penghalang, dan rumah berukuran 6x5meter yang ditempatipun hanya menempel di sekelilingnya. Di dalam penyekat kamar maupun dapur sama yaitu dari papan bekas.

“Beberapa bagian sudah rusak. Selain menempel di dinding rumah tetangga, atap juga banyak yang bocor. Sedangkan lantai dasar masih sebatas plester kasar,” katanya.

Sementara Rofik (48) sebagai Kepala Rumah tangga hanya bekerja serabutan, terkadang buruh tukang batu, atau pekerjaan kasar lainnya. Budi Gogon menuturkan dari pasangan suami istri ini mempunyai putri bernama Wardah, yang duduk di kelas satu Sekolah Menengah Atas.

“Wardah juga ingin punya kamar sendiri, karena selama ini dia tidur satu kamar dengan kedua orang tuanya yang hanya terpisah dengan kelambu,” imbuhnya.

Disebutkan aksi bedah rumah itu, rencananya tidak hanya dilakukan oleh lintas komunitas dan warga sekitar, namun juga dibantu jajaran Polsek dan anggota Koramil setempat. “Ini sudah terkumpul sekitar Rp26juta, semoga mencukupi,” imbuhnya.

Anggota DPRD F PDIP Boyolali,Dwiadi Nugroho mengapresiasi peran serta kerja kerelawanan yang dilakukan mbak Tutik dan suaminya. Pihaknya berharap bantuan sejumlah material melalui program bedah rumah tersebut bisa membantu merenovasi rumah.

“Mbak Tutik ini bisa menjadi teladan dalam mengaplikasikan nilai kemanusiaan. Ia bahkan aktif menjadi relawan Covid-19 di tingkat desa.”