FOKUS JATENG-BOYOLALI-Aktivitas Gunung Merapi telah dinaikkan statusnya dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) melalui rilis resmi BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Yogyakarta yang disiarkan pada Kamis (5/11/2020) pukul 12.00 WIB. Berdasarkan evaluasi data pemantauan, BPPTKG Yogyakarta disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik pada Gunung Merapi saat ini dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk.
Hal tersebut diikuti oleh Pemkab Boyolali yang menyatakan status tanggap darurat Gunung Merapi terhitung tanggal 5 hingga 30 Desember 2020. Kemudian, BPBD Boyolali juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi, di antaranya persiapan logistik, barak pengungsian, pencegahan penyebaran Covid-19, hingga evakuasi warga khususnya kelompok rentan yang bermukim pada radius KRB (Kawasan Rawan Bencana) 5 km dari Gunung Merapi.
Dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, pihaknya bersama relawan sejumlah 200 orang dari berbagai unsur akan bersiaga di sekitar KRB.
“Seluruh relawan akan mendatangi posko lapangan di Kecamatan Selo untuk menerjunkan 200 personel terkait dengan siaga Gunung Merapi,” ungkapnya, Kamis (12/11/2020).
Tugas dari para relawan tersebut antara lain membantu distribusi logistik, membantu mengevakuasi masyarakat jika memungkinkan, membantu lalu lintas di jalur evakuasi, membantu di bidang kesehatan, dan lain sebagainya. Semua relawan yang dikirim merupakan personel terbaik yang memiliki bidang keahlian tersendiri. “Semuanya yang datang ke lokasi adalah yang berspesialis khusus dan sudah kita terapkan dari awal,” ujarnya.
Sebanyak 20 posko yang berada di Dukuh Stabelan, Bakalan dan Sepi akan dijaga oleh relawan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sebelum mereka bertugas, terlebih dahulu menjalani rapid tes untuk memastikan tidak ada Corona Virus Disease (Covid-19) di tubuhnya. “Masing-masing posko 10 orang dengan keahlian masing-masing,” ujarnya.
Disinggung mengenai waktu tugas sukarelawan, pihaknya menyampaikan akan berlangsung hingga 31 Desember 2020. Masing-masing personel akan digeser dari posko di lapangan dan posko induk.
Salah satu anggota Komunitas offroad Cobra Boyolali, Mujio, mengaku timnya bersama Indonesian Offroad Federation (IOF) rescue Soloraya bersiap menembus daerah terisolir kawasan lereng Merapi wilayah Selo Boyolali. “Kami siap berkoordinasi dengan BPBD dalam kondisi darurat penanganan korban bencana. Termasuk evakuasi maupun distribusi logistik pada lokasi yang sulit dijangkau oleh armada biasa,” pungkasnya.