FOKUS JATENG-BOYOLALI-BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Yogyakarta resmi merilis peningkatan aktivitas Gunung Merapi dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) yang disiarkan pada Kamis (5/11/2020) pukul 12.00 WIB lalu. Berkait hal tersebut, kondisi Merapi saat ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik pada gunung teraktif sedunia saat ini dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk.
Sementara itu setelah berhasil mengevakuasi warga masyarakat kategori kelompok rentan yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III. Pemkab Boyolali kembali menghimbau masyarakat yang bermukim pada radius KRB (Kawasan Rawan Bencana) 5 km dari Gunung Merapi untuk mengungsi, menyusul informasi BPPTKG Yogyakarta yang menyebut magma Gunung Merapi berjarak 1,5 kilometer dari puncak.
“Tadi [Kamis (12/11/2020)] malam itu sudah menurunkan pengungsi dari Dukuh Bakalan, Klakah itu sekitar 150 orang. Masyarakat diimbau untuk turun ke pengungsian sementara,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri usai mengikutia kegiatan donor darah dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-49 organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI di aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Boyolali, Jumat (13/11/2020).
Selain menyatakan ketersediaan logistik telah mencukupi dan siap untuk disalurkan ke masyarakat. Pihaknya juga berharap, adanya Sistem Sister Village atau Desa Bersaudara antara Desa Klakah; Kecamatan Selo dengan Desa Gantang; Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang mampu meminimalisir jumlah dampak yang ditimbulkan apabila Gunung Merapi meletus. “Sudah kita koordinasikan, sudah siap,” ujarnya.
Adapun terkait kegiatan donor darah, Masruri menjelaskan dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali, kegiatan sosial ini membidik para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Boyolali.
Masruri juga Ketua KORPRI Kabupaten Boyolali mengungkapkan, kegiatan donor darah diikuti oleh 20 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Boyolali. Pihaknya menargetkan 1.800 kantong darah bisa didapat dari 20 persen ASN Kabupaten Boyolali.
“Sampai dengan selesai kita targetkan 20 persen dari ASN. ASN kita itu ada 9.000 (orang) berarti 1.800 kita targetkan,” terang Sekda Masruri di sela kegiatan.
Selain hari ini, kegiatan donor darah akan digelar pada Rabu-Kamis (18-19/11/2020) di Pendopo Gede Kabupaten Boyolali, dan Selasa (24/11/2020) di aula Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali di area Alun-Alun Lor Boyolali.
“Melalui kegiatan donor darah, kami berharap kepedulian ASN Boyolali untuk dapat membantu masyarakat dan PMI dalam penyediaan darah,” pungkasnya.