Kabupaten Boyolali Mulai Vaksinasi Serentak, Diawali 10 Pejabat Publik

Dandim Boyolali Letkol (Inf) Aris Prasetyo menjadi yang pertama menerima suntikan Vaksin Covid 19. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Vaksinasi serentak di Boyolali dimulai hari ini, Senin (25/01/2021), secara simbolis dari program ini, sebanyak 10 orang pejabat publik, diantaranya Bupati Boyolali Seno Samodro, Wakil Bupati Terpilih Wahyu Irawan, Kapolres AKBP Morry Ermond, Dandim Letkol (Inf) Aris Prasetyo, Sekda Boyolali Masruri menjadi penerima pertama vaksin Covid 19 yang berasal dari China.

Dandim Boyolali Letkol (Inf) Aris Prasetyo menjadi yang pertama menerima suntikan itu, hal itu dimaksudkan untuk menjadi contoh kepada masyarakat bahwa vaksin tersebut aman. “Ini adalah salah satu upaya yang nyata dari pemerintah agar masyarakat aman dari Covid 19,” kata Dandim usai pencanangan vaksinasi Covid-19.

Senada, Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina menjelaskan, selain tokoh masyarakat dan tokoh agama, vaksin diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. Dimana jumlahnya mencapai 3.400-an. “Jumlahnya masih terus berubah karena saat ini masih tahap validasi,” imbuhnya.

Vaksin diberikan dua kali dengan jarak dua minggu. Kabupaten Boyolali mendapatkan alokasi vaksin Covid-19 sebanyak 7.600 dosis dengan jenis Sinovac. Semua vaksin disimpan di Instalasi Farmasi Dinkes Kabupaten Boyolali untuk didistribusikan ke fasilitas kesehatan (faskes).

Boyoli menyiapkan 52 faskes yang melayani vaksinasi Covid-19. “Vaksin tahap pertama ini untuk tenaga kesehatan (nakes). Jadi masing-masing faskes nanti mengimunisasi nakes di tempatnya masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Sekda Boyolali Masruri meminta masyarakat tidak was- was dan ragu- ragu terkait vaksin Covid-19. Sebab, vaksin sudah dinyatakan halal oleh MUI. Dijelaskan vaksin juga sudah diteliti oleh para ahli sehingga tidak ada masalah. Saat ini hanya tinggal menyampaikan kepada seluruh masyarakat. Dipastikan vaksin aman dan bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh.

“Saya pun sejak awal sudah siap untuk menerima vaksin tahap pertama bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama,” katanya.

Kegiatan tersebut digelar di pendapa Kantor Dinkes Boyolali, Terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Sekda menyatakan akan memperpanjang sesuai keputusan pemerintah pusat. Hanya saja, untuk jam buka toko dan warung makan ditambah satu jam hingga pukul 20.00.

“PPKM akan diperpanjang selama setengah bulan, surat edaran kami siapkan. Memang PPKM terbukti efektif menekan penularan Covid-19,” pungkasnya.