Boyolali Masuk PPKM Level III, Program Minggu di Rumah Saja Diperpanjang 2 Pekan

Sekda Boyolali Masruri (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pemkab Boyolali memperpanjang program Minggu di rumah saja selama dua pekan ke depan, hal itu dilakukan seiring perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III yang diperpanjang sampai 26 Juli.

Menurut Sekda Boyolali Masruri mengingat angka paparan covid 19 masih terkendali sehingga kota berjuluk New Zealand Van Java alias Boyolali masuk PPKM dilevel III.

” Aturan pada PPKM Level III tidak berbeda jauh dengan aturan PPKM Darurat kemarin, maka pembatasan dan pengetatan tetap dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat. Termasuk pelarangan kegiatan hajatan hingga makan di tempat,” ujar Masruri saat ditemui dikantornya. Rabu (21/7/2021).

Dikemukakan, seperti aturan nikah wajib berada di Kantor Urusan Agama (KUA). Masyarakat dilarang menggelar hajatan maupun kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Selain itu, Pemkab Boyolali juga memperpanjang program Minggu di rumah saja selama dua pekan ke depan. Yakni pada 25 Juli dan 1 Agustus.

“Jadi perpanjangan dilakukan untuk mengurangi mobilitas dan mengurangi lonjakan covid-19,” ujarnya.

Alasan perpanjangan program Minggu dirumah hingga pembatasan resepsi hajatan, papar Masruri dikarenakan pada Idhul Adha kemarin masih ditemui kerumunan.

Dijelaskan kegiatan PPKM maupun program Minggu di rumah saja dianggap efektif menurunkan angka paparan covid-19. Pertambahan kasus juga berangsur turun dengan di bawah 200 kasus tiap harinya. Selain itu efektifitas ini bisa dilihat dari bed occupancy rate (BOR) di enam RS rujukan covid-19 turun diangka 70 persen.

“Pelonggaran baru akan kami lakukan pasca 26 Juli. Kami beri pelonggaran sedikit agar perekonomian bisa jalan. Seperti boleh makan di tempat. Namun, kami akan evaluasi dulu PPKM Level III ini dan tentu menunggu arahan pusat,” katanya.

Sementara itu, Kasi Survaelans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Teguh Tri Kuncoro mengatakan angka paparan covid-19 terus menurun. Setelah awal Juli angka paparan berkisar 400 kasus setiap harinya, kini turun di bawah 200 kasus. Seperti kemarin pukul 14.51 angka paparan bertambah 183 kasus.

“Angka paparan sudah mulai turun, di bawah 400 kasus malah sudah di bawah 200 kasus,” katanya.