Pemerintah Tambah Jumlah Laboratorium Deteksi Virus Corona untuk Uji Swab Antigen

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S Survivalina (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pemerintah telah melakukan berbagai upaya guna memberikan penanganan pertama pandemi, termasuk menambah jumlah laboratorium untuk deteksi virus corona melalui uji swab antigen, rapid test antibodi, dan PCR.

Hanya saja, masih ada keluhan dari masyarakat terkait lamanya hasil uji PCR yang kabarnya harus menunggu antara 3 hingga 5 hari, hanya untuk mengetahui apakah hasil uji menunjukkan positif atau negatif.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S Survivalina, hal itu wajar dan hampir merata diseluruh daerah yang masih mengandalkan pemeriksaan sampel swabnya di laboratorium luar.

“(Hasil) PCR di Boyolali masih tergantung Lab (Laboraturium) rujukan. Dimana lab rujukan ini, juga menerima rujukan dari kabupaten-kabupaten selain Boyolali. Sehingga antriannya memang cukup panjang,” jelas Ratri S Survivalina. Senin (2/7/2021).

Dijelaskan, keluarnya hasil lab yang saat ini berkisar antara 3-5 hari itu terbilang lebih cepat dibandingkan beberapa waktu lalu, saat kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya.

Karena, laboraturium mengalami overload, hasil tes PCR baru keluar setelah 10 hari pengambilan sampel. “ Saat itu begitu kenaikan kasus, yang mengirim juga banyak kemudian ada terkendala juga masalah ketenagaan, karena kebetulan tenaganya yang terpapar Covid-19,” jelas Ratri S Survivalina.

“ Sehingga harus isolasi mandiri dan ada yang dirawat juga. akhirnya menyebabkan kelambatan hasil juga,” ujarnya.

Ratri S Survivalina menyebut, keluarnya hasil tes laboraturium yang lebih dari 1X24 jam dinilai masih wajar.
Sebab, hanya kota-kota besar dengan rumah sakit yang punya laboraturium PCR sendiri yang bisa mengetahui hasil tes swab PCR kurang dari 1X24 jam.

“ Selama ini, Lab rujukan kita ke Lab UNS. Hanya satu lab rujukan itu,” pungkasnya.