FOKUS JATENG-BOYOLALI-Para siswa mengikuti ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) di SMPN 1 Boyolali. Terlihat mulai mencuci tangan secara tertib. Dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh dan mengambil kartu girik atau kartu kehadiran. Beberapa siswa terlihat mengenakan seragam SD asal. Namun, hal tersebut tak menjadi masalah. Sekolah menitikberatkan pada peningkatan semangat belajar anak pasca pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Bagaimana anak-anak, semua senang? Lebih suka belajar di sekolah atau di rumah? Jaga karak dan prokes harus dijaga agar PTM bia dilanjutkan,” tanya Bupati Boyolali, M. Said Hidayat pada siswa yang langsung dijawab memilih belajar di sekolah.
Disela pantauan uji coba PTM Bupati menjelaskan SMPN 1 menjadi percontohan dalam standar operasional prosedur (SOP) prokes untuk PTM. Melalui Disdikbud, Kepala Sekolah (KS) SMP dan SD diminta datang ke SMPN 1 terkait SOP prokes PTM. Sebab ujicoba PTM akan diperluas tak hanya dijenjang SMP namun, juga menyasar SD.
“Kami tinjau pelaksanaan PTM pertama sebagai langkah ujicoba karena sudah masuk level 3. Kita lihat pelaksanaannya penerapan prokes dari awal sampai proses pembelajaran sudah aman dan nyaman. Karenanya, KS dari beberapa SMP dan SD kami minta hadir untuk melihat pola persiapan kesiatan PTM,” kata Bupati didampingi beberapa Kepala Sekolah SMP dan SD yang dihadirkan untuk mencontoh penerapa protokol kesehatan (Prokes).
Mengingat, pekan depan perluasan sekolah peserta ujicoba PTM akan dilakukan. “Karena sudah nampak baik, akan dikembangkan ke sekolah lain mulai Senin (6/9). Nanti untuk jenjang SMP satu kecamatan ada satu sekolah yang ujicoba. Sedangkan dijenjang SD satu desa/kelurahan bisa satu sekolah yang ujicoba. Tapi syaratnya harus menerapkan prokes secara ketat, dan sekolah berada di lingkungan desa/kelurahan dizona hijau,” katanya.
Sehingga ada puluhan sekolah yang dipersiapkan. Sedangkan di Kecamatan Boyolali Kota ada dua sekolah lain yang akan mengikuti ujicoba PTM mulai pekan depan. Namun, hal tersebut masih akan dievaluasi dan mempertimbangkan kesiapan sekolah yang ditunjuk. Mengingat keselamatan siswa menjadi prioritas Pemkab Boyolali.
Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto mengatakan, penambahan sekolah peserta ujicoba akan ditambah mulai pekan depan. Pihaknya masih berkoordinasi dengan kesiapan sarpras dan SOP prokes ditiap sekolah. Rencananya ada 23 SMP yang akan mengikuti ujicoba PTM pekan depan. Terdiri dari satu SMP ditiap kecamatan dan khusus Boyolali Kota ada penambatan 2 SMP.
“Untuk jenjang SD tiap desa/keluarahan bisa satu sekolah. Namun, hanya yang berada di zona hijau. Kalau desa/kelurahan masih dizona kuning, oranye apalagi merah, sabar dulu,” pungkasnya.