FOKUS JATENG-BOYOLALI-Terhitung awal bulan ini, Toko Ladang kini resmi bermitra dengan Sistem informasi pengadaan di sekolah (SIPLah) yang dilahirkan Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) RI. Program e-commerce ini akan menjadi pintu pengadaan barang dan jasa di sekolah.
“Tanggal 3 September kemarin kami terpilih kembali untuk versi 2. Dan tanggal 6 September ini dilaunching difasilitasi Bank Jateng,” ujar Nur Hidayati, Dirut PT Ladang Karya Husada disela acara launching di Bank Jateng Boyolali.
Menurut Nur Hidayati, sejalan dengan terpilihnya Siplah Toko Ladang sebagian marketplace Kemendikbud, maka pihaknya terus berupaya melakukan pembaharuan fitur untuk menarik konsumen serta memudahkan transaksi. “Tentu ini disesuaikan dengan regulasi dari Kemendikbud,” katanya.
Dengan demikian, pihaknya akan terus berupaya menggaet UKM sebagai mitra penjual. Adapun untuk permodalan bisa mendapatkan akses dari Bank Jateng. Sehingga mitra penjual bisa meningkatkan omzet produksi untuk memperluas pasar.
“Disini, user atau konsumen jelas yaitu sekolah- sekolah di seluruh wilayah Indonesia sehingga cakupannya sangat luas dengan didukung 8 cabang Siplah Toko Ladang,” imbuhnya.
Semisal, konsumen di wilayah Jateng bisa pula transaksi di Jatim atau daerah lain. Demikian pula konsumen di Jatim bisa transaksi di Jateng, Jakarta atau Jawa Barat serta wilayah lain. Mitra penjual bisa mudah membuat akun di Siplah Toko Ladang.
“Sehingga mitra UKM tetap bisa usaha di masa pandemi ini. Tak perlu datang ke sekolah, tak perlu keliling untuk menawarkan barangnya,”katanya.
Mengenai macam barang yang dijual, saat ini sudah mencapai 600.000 jenis atau item barang yang mencakup produk barang dan jasa. Untuk barang antara lain bisa berupa alat tulis kantor (ATK), mebel, komputer, bahan bangunan.
Sedangkan untuk jasa semisal persewaan kendaraan, jasa servis, pertukangan atau konten kreatif pembelajaran sekolah. ”Produk makan minum nasi kotak, kue, souvenir pun bisa. Konsumen dari TK, SD, SLB, SMP, SMA hingga SMK,” pungkasnya.