Longsor, Timbun Dua Bangunan Di Lereng Merbabu

longsor

Talut yang tingginya sekitar 6 meter dan panjang sekitar 15 meter mendadak longsor. Menimpa pemukiman warga Di Desa Jeruk, Kecamatan Selo. (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG- BOYOLALI-Bencana Longsor di Kaki Gunung Merbabu Boyolali, Dua Bangunan Tertimbun, dan Rumah Warga Rusak Berat. Tanah longsor terjadi di perkampungan penduduk wilayah lereng Gunung Merbabu, Boyolali. Peristiwa ini terjadi di Dukuh Gunungan Lor, Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Minggu (21/11/2021).Satu rumah dan warung rusak berat akibat tertimpa talut pekarangan tetangganya. Sejumlah kendaraan juga ikut tertimpa.
Rumah dan warung yang tertimpa longsor tersebut yakni milik Moh Edi Mahmudi, warga Dukuh Gunungan Lor RT 06/02 Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Rumah dan toko milik korban ini tertimpa talut pekarangan milik Kholilu Rohman.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka, pemilik rumah yang terkena longsor berhasil menyelamatkan diri saat longsor terjadi,” kata Camat Selo, Joko Prihanto
Dijelaskan, peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu kondisi cuaca cerah, cuaca di wilayah tersebut sedang tidak hujan. Namun sudah sekitar empat hari ini wilayah di lereng Gunung Merbabu itu diguyur hujan deras.
“ Sehingga kondisi tanah menjadi jenuh dan labil. Akhirnya terjadi longsor,” imbuhnya.
Ia menuturkan, Pagi itu, Romlah pemilik rumah yang berada di dalam rumah tiba-tiba dikagetkan dengan suara rentekan hingga gemuruh. Dia yang sudah dalam posisi terancam bahaya langsung membawa anaknya keluar rumah.
Tak berselang lama kemudian, talut yang tingginya sekitar 6 meter dan panjang sekitar 15 meter mendadak longsor. Menimpa rumah korban dengan ukuran panjang 9 meter, lebar 10 meter. Selain rumah, warung kelontong milik korban yang ada di depan rumah juga terkena longsor.
Akibatnya rumah dan warung kelontong mengalami rusak berat. Selain itu, tiga unit sepeda motor dan satu mobil milik korban juga ikut tertimpa material talut. Nilai kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Setelah kejadian itu warga langsung berdatangan untuk gotong royong,” ujar Joko Prihanto.
Warga dibantu relawan, tim siaga desa (TSD), BPBD Boyolali, Satgas Kecamatan, TNI-Polri dan Pemerintah Desa Jeruk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran yang menimpa rumah korban.
Sementara itu, Kapolsek Selo AKP Joko Widodo menyebut akibat musibah ini kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta.
Selain mengakibatkan bangunan rusak, tiga sepeda motor serta Mobil Cerry rusak ringan.
” tidak ada korban jiwa. Pasca kejadian kami bersama relawan serta masyarakat langsung melakukan pembersihan,” pungkasnya.