Ribuan Warga Terjaring Penyisiran Vaksinasi Door To Door

vaksinasi

Door To Door Lansia Di Desa Urut Sewu Ampel (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG- BOYOLALI- Penyisiran warga di kawasan lereng Merapi Merbabu yang belum divaksin masih rendah. Dalam penyisiran vaksin ini, satu desa ditemukan seribu sasaran yang belum divaksin. Seperti di Desa Jrakah, Kecamatan Selo misalnya. Dari 3.285 yang jadi sasaran vaksinasi, masih 1.261 warga yang belum divaksin.
Rendahnya capaian vaksin ini lantaran banyak warga yang takut. Selain itu, warga masyarakat yang mayoritas sebagai petani jarang pergi-pergi menjadikan warga tak terlalu memperhatikan vaksinasi.
Selanjutnya, di Desa Urutsewu, Ampel kegiatan vaksinasi difokuskan di balai desa dengan sasaran 1.386 orang. Sedangkan untuk lansia dan ibu melahirkan dilakukan vaksinasi door to door.
Camat Ampel, Dwi Sundarto mengatakan capaian vaksinasi baru mencapai 85 persen dari total sasaran 33.900 orang. Ada dua desa dengan capaian vaksinasi yang rendah, yakni, Desa Urutsewu dan Desa Gondangrejo dengan capaian vaksinasi baru 74 persen. Total masih ada 2.700 sasaran vaksin yang akan disisir.
“Dua desa tersebut menjadi desa dengan capaian vaksin terendah di Kecamatan Ampel. Jadi giat vaksinasi dilakukan di Desa Urutsewu dengan 1.386 sasaran dan juga di Desa Gondangrejo. Vaksinasi ini difasilitasi oleh Badan Intelegen Negara (BIN),” terangnya disela vaksinasi door to door.
Rendahnya capaian vaksinasi tersebut dipengaruhi beberapa hal. Seperti jumlah penduduk yang besar serta kurangnya sosialisasi ke warga. Selain itu masih ada warga yang takut dan enggan divaksin, karena termakan informasi hoaks mengenai dampak vaksinasi.
“Selain itu, terutama lansia banyak yang belum divaksin karena saat screening sebelumnya tidak lolos. Makanya akan kami sisir lagi. Maka kami minta desa, bidan desa dan TNI/Polri ikut menyosialisasikan pada masyarakat,” katanya.
Kepala Badan Intelejen Nasional Daerah (BINDA) Brigjend TNI Sondi Siswanto SH MM, dalam rilisnya mengatakan ada 9 ribu dosis vaksin disalurkan ke 8 titik di Kabupaten Boyolali dan Wonosobo. Khusus di Boyolali ada tiga titik vaksinasi, yakni, Desa Urutsewu, Ampel; Desa Sempu, Andong dan Desa Jrakah, Selo.
“Kami menyisir warga yang belum vaksin. Petugas terlebih dahulu melakukan screening terhadap peserta vaksin dan jika memenuhi persyaratan maka dilakukan vaksinasi di kediaman warga,” katanya.
Vaksinasi ini menjadi salah satu upaya untuk menghadapi pandemi covid-19. Menurutnya, pembatasan aktivitas perlu dilakukan menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Sondi menghimbau meski sudah divaksin, masyarakat diminta untuk menahan diri, tidak melakukan aktivitas diluar rumah dan menimbulkan kerumunan.
“Vaksinasi serentak oleh BIN jelang NATARU ini juga untuk minimalisir meningkatnya kasus Covid 19 salah satunya di wilayah tujuan Wisata dan juga Kawasan Rawan Bencana,” pungkasnya.