FOKUS JATENG- BOYOLALI- Dandim 0724 Boyolali, Letkol Arm Ronald Siwabessy menyatakan siap membackup dalam pengamanan nataru. Baik ditujuh pos pengamanan permanen maupun tiga pos pengamanan insidental di gereja. Pihaknya turut menerjunkan 213 personil dalam pengamanan.
“Termasuk menerjukan personil untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Kami juga akan membantu penjagaan ditiap pos pengamanan,” kata Dandim saat Rakor Forkopimda di Kantor Bupati Boyolali. Rabu (15/12/2021).
Sementara Polres Boyolali menyebut sebanyak 280 personel telah disiapkan untuk pengamanan libur nataru. Pengamanan ini juga melibatkan berbagai pihak, baik Pemkab maupun Kodim dengan total 970 personil pengamanan. Sedangkan Operasi Lilin Candi akan digelar pada 24 Desember sampai 2 Januari 2022 mendatang.
“Operasi lilin candi akan kami gelar 10 hari, oada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Mulai dari giat pencegahan dengan didukung deteksi dan penegakan hukum. Termasuk prokes,” kata Kabag Ops Polres Boyolali Kompol Budiarto mewakili Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond.
Pihaknya juga telah memetakan potensi ancaman saat nataru. Seperti terorisme, kejahatan konvesional, harga pangan jelang nataru, arus mudik dan balik, sweeping organisasi masyarakat, penyebaran covid-19 serta bencana alam. Sehingga polres mendirikan pos pengamanan permanen ditujuh titik.
Yakni, rest area tol Pasar Ampel, Kecamatan Ampel; Monumen Susu Murni, Boyolali Kota; Exit Tol Kragilan, Mojosongo; Pertigaan Bangak, Rest Area A dan B, Banyudono serta Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak. Khusus di rest area tol, pihaknya akan menggelar swab antigen. Hal tersebut untuk mengantisipasi pendatang dari luar kota.
“Jadi dua rest area tol akan menjadi checkpoint. Karena masyarakat luar kota lebih sering lewat tol. Maka kita lakukan swab di rest area A dan B. Kalau ada yang positif langsung kami lakukan isoter di Asrama Haji Donohudan (AHD). Sedangkan yang sudah dicek swab antigen akan dipasangi stiker khusus,” jelasnya.
Adapun, penjagaan gereja akan dilakukan dengan mendirikan pos pengamanan isidental di tiga gereja. Yakni, Gereja Santo Andreas, Gladagsari; Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Merbabu, Boyolali Kota. Ketiga gereja tersebut dipilih karena memiliki jemaat cukup besar. Sehingga perlu untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
Kodim Boyolali Siap Backup Pengamanan Nataru

Dandim 0724 Boyolali, Letkol Arm Ronald Siwabessy menyatakan siap membackup dalam pengamanan nataru (/Fokusjateng.com)