BINDA Jateng Sasar Ribuan Anak di Boyolali

binda jeteng

Para siswa SDN Surodadi Siswodipuran Boyolali Kota mengikuti vaksinasi dosis kedua yang digelar BINDA Jateng. (yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – BOYOLALI – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, kembali menyelenggarakan vaksinasi massal dosis kedua untuk anak usia 6-11 tahun dan masyarakat secara door to door serta vaksinasi booster di 13 wilayah kabupaten di Jawa Tengah. Salah satunya di SDN Surodadi Siswodipuran Boyolali Kota.
Puluhan siswa SD itu terlihat patuh mengikuti petunjuk guru untuk duduk berjarak. Kendati tidak ada kegaduhan atau tangisan, berbagai macam ekspresi muncul saat anak-anak SDN Surodadi saat disuntik dosis ke dua vaksin Covid-19, Kamis (20/1/2022).
“Saya hanya menutup mata saja kok, tapi tidak nangis,” kata Raihan siswa kelas 1 yang baru saja menahan sakit saat vaksin sinovac disuntikkan ke lengannya.
Sementara Gendis siswa lainnya, terlihat sempat meringis sembari tutup mata. anak SD kelas 1 itu cukup tenang, mengikuti petunjuk petugas medis.
“Rasanya celekit, tapi gakpapa. Saya akan sehat terus,” ujarnya.
Menurut Kepala SDN Surodadi, Sugiyati jumlah siswa yang mengikuti vaksinasi dosis kedua ini sekitar 193 anak, namun sebagian diantaranya sudah melaksanakan vaksinasi sebelumnya.
“Mereka cukup antusias, terima kasih para orang tua yang sangat mendukung kegiatan vaksinasi ini,” ujarnya.
Sementara, Kabinda Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto, S.H, M.M menyebut ke 13 wilayah Kabupaten tersebut, meliputi wilayah Temanggung, Purworejo, Magelang, Pati, Rembang, Pekalongan,Batang, Tegal, Brebes, Boyolali, Sukoharjo,Banyumas dan Banjarnegara, dengan target sebanyak 19.000 orang peserta. Sedangkan untuk Boyolali pada Kamis (20/1) bekerjasama dengan Puskesmas 1,2 Boyolali Kota dan Puskesmas Andong ditargekan sebanyak 1200 sasaran.
“Dukungan orang tua dan seluruh pihak seperti guru sangat diperlukan untuk suksesnya pelaksanaan vaksinasi anak ini. Kami berharap orang tua siswa semakin memahami pentingnya vaksinasi untuk anak mereka ditengah pandemi saat ini,” ujarnya.
Menurut Kepala Dinkes Boyolali, Puji Astuti menargetkan vaksinasi dosis kedua anak rampung Februari mendatang. Vaksinasi anak ini digeber melalui 25 puskesmas. Ada beberapa daerah yang telah memasuki vaksinasi dosis kedua minggu ini. Dan akan terus digenjot sampai bulan depan.
“Capaian vaksinasi dosis kedua per 19 Januari sudah mencapai 5,3 persen atau 5.066 anak. Paling tinggi di kecamatan Mojosongo dengam capaian dosis kedua sudah 30,3 persen atau 1.656 sasaran,” jelasnya.
Sedangkan 16 puskesmas belum melaksanakan vaksinasi kedua. Lantaran masih menunggu jeda bulan imunisasi anak sekolah (Bias). Tenggat waktu antara vaksinasi dengan suntik Bias dan sebaliknya adalah 14 hari. Dinkes juga melaksanakan vaksin Bias di sela vaksin dosis 1 dan 2 covid-19. Sehingga vaksin bias dan covid-19 bisa tuntas.
Sedangkan capaian vaksinasi terendah untuk dosis 1 yakni wilayah Puskesmas Klego 2 dengan capaian 73,2 persen atau baru mencapai 1.981 anak dari 2.706 sasaran. Serta sekolah di wilayah Puskesmas Wonosegoro 84,7 persen atau baru mencapai 2.775 anak dari 3.275 sasaran. Rendahnya capaian ini karena bebarengan dengan jadwal Bias.
Hal tersebut juga sesuai dengan permintaan masyarakat atau wali murid. Mereka meminta agar vaksin Bias dirampungkan terlebih dahulu baru dilanjutkan vaksin covid-19. Sehingga minggu ini geber vaksinasi difokuskan di dua kecamatan ini agar bisa mengejar ketertinggalan vaksin covid-19.
“Lalu kita juga penyisiran untuk anak usia 6-11 tahun. Jadi ini tidak berhenti kalau ada anak sudah masuk 6 tahun kita masukan untuk vaksin, begitu seterusnya.”