FOKUS JATENG- BOYOLALI–Tingkat kunjungan ke objek wisata Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB, masih sepi setelah kembali dibuka sejak Kamis (24/2)lalu. Petugas disebar di dalam area objek wisata untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Sebelumnya, objek wisata wisata konservasi tanaman di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo tersebut sempat ditutup satu pekan karena ada pegawainya positif Covid-19.
“Kebun Raya Indrokilo sudah buka lagi sejak tanggal 24 Februari (Kamis lalu), itu kan Boyolali sudah masuk (PPKM) level 3. Jadi Prokesnya kita perketat,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Lusia Dyah Suciati, dihubungi Senin (28/2/2022).
Namun sejak dibuka kembali Kamis (24/2), jumlah pengunjung di Kebun Raya Indrokilo Boyolali yang berada di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo itu masih relatif sidikit. Di hari biasa, jumlah pengunjung tidak sampai 200 orang.
“Tapi belum begitu banyak kok pengunjungnya. Sejak dibuka tanggal 24 Februari lalu, sebelum long weekend itu pengunjungnya masih relaitf kecil. Hari biasa sedikit sekali (pengunjungnya), tidak sampai 200 orang,” jelasnya.
Kendati demikian, mengantisipasi membludaknya pengunjung di libur panjang ini, jumlah pengunjung yang ada di dalam komplek Kebun Raya dibatasi maksimal 500 orang. Jika sudah ada yang keluar, maka pintu akan dibuka lagi untuk pengunjung berikutnya masuk.
Lusia mengatakan, virus Corona varian omicron disebutkan tidak begitu bahaya, tetapi mudah menular. Sehingga kewaspadaan tetap harus dilakukan. KRIB tetap dibuka dengan protokol lebih ketat, lanjut dia, salah satunya untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Dengan masyarakat terhibur dan bahagia, diharapkan imunnya juga naik.
“Jadi kita perketat saja Prokesnya,” kata Lusi.
KRIB memiliki sejumlah ikon yang menjadi daya tarik untuk wisatawan, di antaranya Taman Paku, Taman Labirin, dan Air Terjun Niagara.
Harga tiket masuknya mulai dari Rp 5.500/orang.
Libur Panjang, Indrokilo Boyolali Tak Banyak Pengunjung

Antisipasi penyebaran COVID-19, tKebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) terapkan prokes ketat (yulianto/Fokusjateng.com)