FOKUS JATENG-BOYOLALI- Ada seorang perempuan yang menjadikan pandai besi sebagai profesinya. Perempuan tangguh ini bahkan sudah puluhan tahun hidup dengan mengayunkan palu besar yang memiliki berat mencapai 5 kilogram, menggerinda besi, hingga memompa bara api yang biasa hanya bisa dikerjakan oleh kaum pria.
Dia adalah Siswatri (54) warga warga Kampung Banjarejo, Kalurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.
Bersama suaminya, setiap hari keduanya membuat alat pertanian dan pisau dapur di bangunan sederhana yang ada depan rumahnya.
” Setiap hari menempa. Paling kalau hari pasaran pahing (penanggalan Jawa) itu ke pasar Simo dulu kalau pagi. Siangnya baru menempa besi lagi,” ujar Siswatri. Selasa (1/3/2022).
Perempuan ini mengaku sudah sekitar 25 tahun, ia menempa besi lalu membentuknya hingga menjadi alat-alat pertanian.
Dari tangan terampil perempuan ini telah lahir ratusan berbagai macam peralatan pertanian.
Hal itu dilakukan untuk membantu suaminya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, di mana dari menempa besi ini, Siswatri berhasil menyekolahkan anak- anaknya hingga perguruan tinggi.
” Anak pertama sudah lulus kuliah, lalu anak kedua dan ke tiga saat ini masih kuliah di Salatiga. Dan terakhir masih SMP,” ujarnya.
Kendati harus menempa besi menganga hingga menjadi sabit. Setiap pagi hingga senja hari, Siswatri mengaku seakan sudah tak punya rasa lelah. Sebab, hanya dengan cara inilah anak-anaknya bisa sekolah hingga jadi sarjana.
Ia menambahkan dalam sehari bisa menghasilkan 8-10 buah Pisau atau Sabit. Kemudian dijual mulai dari harga Rp 25-75 ribu per buah, sesuai ukuran Sabit atau Pisau.
Perempuan bertubuh gempal ini juga mengaku tidak menemui kesulitan dalam mengerjakan pesanan orang.
Ia berusaha menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
“Banyak yang suka, sabit lebih tajam karena pakai per bekas mobil dan kami tempa hingga pipih,” imbuhnya.
Ada Perempuan Pandai Besi di Kemiri Boyolali
