FOKUS JATENG-BOYOLALI– BPJS Kesehatan Cabang Boyolali menggelar monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) Triwulan 1 Tahun 2022 bersama Dinas Kesehatan, asosiasi fasilitas kesehatan dan Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) Kabupaten Boyolali.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Maya Susanti mengatakan, monitoring dan evaluasi KBK dilaksanakan secara berkala. FKTP dinilai berdasarkan pencapaian indikator yang ditetapkan dalam rangka pemberian pelayanan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Ada beberapa indikator yang ditetapkan dalam penilaian KBK seperti, angka kontak, rasio rujukan non spesialistik, hingga pelaksanaan Program Rujuk Balik (PRB) di FKTP. Apabila FKTP dapat mencapai target yang ditetapkan, maka kapitasi yang diterima secara penuh. Jika tidak, maka kapitasinya disesuaikan dengan pencapaian,” kata Kepala BPJS Kesehatan.
Maya berharap adanya dukungan Kesehatan dan asosiasi fasilitas kesehatan. FKTP didorong untuk meningkatkan angka kontak peserta, bukan hanya yang bersifat tatap muka tetapi juga non tatap muka dengan memanfaatkan kanal layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Misalnya, dengan optimalisasi pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN di mana di dalamnya terdapat fitur-fitur layanan yang dapat diakses peserta untuk mendapatkan layanan kesehatan di FKTP.
“Di Aplikasi Mobile JKN ada fitur konsultasi online. FKTP diharapkan lebih memanfaatkan hal tersebut karena di masa pandemic saatini, kanal layanan non tatap muka menjadi prioritas,” ungkap Maya.
Pada kesempatan itu Maya juga menyampaikan untuk meningkatkan mutu rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) terkendali dapat dengan berbagai cara yaitu melakukan pemantauan status kesehatan peserta Prolanis melalui fitur pada Aplikasi Mobile JKN. FKTP melakukan pemantauan status kesehatan peserta Prolanis setiap bulan dan mengakses hasil pemeriksaan penunjang Prolanis bulan terakhir dalam rangka pemantauan status kesehatan peserta Prolanis, serta mendorong peserta PRB diabetes melitus dan hipertensi menjadi peserta Prolanis.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Sri Puji Astuti mengungkapan, pihaknya akan selalu mendorong peningkatan pelayanan FKTP agar dapat lebih maksimal dan memberikan jembatan untuk mengatasi kendala-kendala yang didiskusikan dipertemuan itu dengan FKTP.
“FKTP merupakan garda terdepan yang pertama kali diakses oleh peserta JKN-KIS, sehingga wajib memberikan pelayanan terbaik. Dinas Kesehatan siap bersinergi dalam menjaga dan meningkatkan mutu layanan di FKTP.”
Jaga Mutu Layanan FKTP, BPJS Kesehatan Boyolali Gelar Monev KBK

Monev ini bertujuan untuk mencapai pemahaman yang sama atas program-program yang dilaksanakan BPJS Kesehatan, serta sarana membina kemitraan guna menunjang peningkatan mutu layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). (yulianto/Fokusjateng.com)