FOKUS JATENG-BOYOLALI- Musibah kebakaran di wilayah Kabupaten Boyolali diharapkan dapat lebih cepat tertangani, setelah Kekuatan pasukan pemadam kebakaran (damkar) Boyolali bertambah satu lagi.
Satu unit baru mobil pemadam kebakaran multi fungsi tersebut, diserahkan Bupati Boyolali M Said Hidayat, kepada Kepala Satpol PP Boyolali Sunarno, ditandai dengan pemecahan kendi dalam apel bagi seluruh anggota Satpol PP dan petugas damkar pada 27 April 2022 di alun alun kidul Pemkab Boyolali.
Bupati berharap satu damkar di Boyolali dapat melayani jika terjadi kondisi darurat selain itu untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Tentu saja, kita tidak ingin terjadi kebakaran di masyarakat. Petugas pemadam kebakaran pun juga berharap tidak terjadi kebakaran karena pasti kejadian itu merugikan masyarakat,” katanya saat penyerahan mobil damkar di Alun- alun Kidul.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati sempat mencoba mengendarai mobil damkar mengitari alun-alun, menyusul digelarnya unjuk kemampuan mobil damkar yang baru diserahkan tersebut. Seperti kekuatan tembakan air ke atas dengan jangkauan 30 meter. Diharapkan, bisa menjangkau bangunan- bangunan tinggi.
Kasatpol PP , Sunarno, menerangkan bahwa pihaknya juga telah mempersiapkan peralatan dan SDM, untuk menunjang operasional mobil damkar yang baru ini.
“Sebenarnya pengadaannya ini sudah akhir tahun 2021. Namun karena kami harus mempersiapkan peralatan pendukung dan pelatihan SDM untuk operasionalnya sehingga baru bisa diserahkan oleh Bapak Bupati,” ungkap Sunarno.
Mobil damkar baru senilai Rp 1,27 miliar tersebut memiliki kapasitas 4.000 liter. Menurutnya lebih canggih dibanding kendaran sebelumnya. Kendaraan double cabin, AC, radio komunikasi, equipment lebih lengkap. Mobil damkar ini juga multi fungsi. Selain fungsi menyempotkan air untuk memadamkan kebakaran, bisa juga dimanfaatkan untuk penyuplai air. Bisa difungsikan juga untuk penyemprotan, termasuk fungsi water canon untuk pembersihan jalan. Seperti water canon polisi, namun versi lebih kecil. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan jalan dari debu vulkanis.
Sementara itu, Kabid Damkar Boyolali, Dono Rumekso mengungkapkan, kasus kebakaran perlu untuk diwaspadai. Apalagi saat ini sudah mulai nampak awal kemarau. Selama Januari 2022 hingga kini, terjadi 23 kasus kebakaran, sebagian besar akibat korsleting listrik.
”Kami memiliki 7 mobil damkar yang selalu siaga jika terjadi kebakaran. Satu mobil saat mudik lebaran ini ditempatkan di exit tol Boyolali di Kecamatan Mojosongo,” kata Dono Rumekso.
Mobil Damkar Baru Pemkab Boyolali Kapasitas 4000 Liter, Multi Fungsi

Salam metal ; Bupati Boyolali M Said Hidayat (dalam mobil damkar) bersama anggota DPRD Boyolali Joko Maryanto selepas serah terima mobil damkar di alun-alun kidul. (yulianto/Fokusjateng.com)