FOKUS JATENG-BOYOLALI- Sejumlah rumah rawan longsor di kawasan bantaran Kali Serang, Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali mulai direlokasi.
Kabid Perumahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Boyolali, Tulus Raharjo mengatakan, telah merelokasi empat rumah yang berada di daerah rawan bencana, di bantaran Kali Serang, Wonosegoro. Hal tersebut masuk prioritas program relokasi rumah rawan bencana.
“Dari asesmen 20 rumah rawan bencana, baru empat yang bisa direlokasi. Ini sudah klir dan sudah selesai 100 persen semua. Empat rumah itu mendapat bantuan senilai Rp50.000.000,” kata Tulus pada Minggu 25 September 2022.
Dijelaskan, tahun ini, relokasi rumah rawan bencana masih difokuskan di Wonosegoro. Dengan target sasaran 20 rumah. Dimana penerima bantuan program ini harus memiliki tanah lain yang siap dibangun. Dengan menunjukan sertifikat hak milik atau keterangan dari desa terkait kepemilikan tanah. Kemudian, pihaknya akan melakukan asesmen untuk memilih rumah yang rawan bencana.
Relokasi rumah rawan bencana ini akan berlanjut hingga tahun depan. Sementara ini, lokasi program ini masih menyasar Kali Serang, Wonosegoro.
“Sementara ini, yang paling rawan Kali Serang, Wonosegoro. Sebenarnya masih banyak daerah rawan bencana. Kita dapat tujuh (Rumah rawan bencana,red) yang akan menerima relokasi. Sebenarnya ada 11 yang masuk, tapi hanya tujuh yang masuk kriteria. Jadi nanti juga akan mendapat bantuan ini dengan anggaran Rp50.000.000/unit,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga memberikan bantuan penanganan bencana. Yakni, bagi rumah roboh yang terkena bencana alam. Seperti angin puting beliung ataupun tertimpa pohon. Bantuan ini diambilkan dari anggaran belanja tidak terduga (BTT). Tahun ini ada lima perbaikan rumah rusah akibat bencana alam.
“Tahun ini, ada satu di Dlingo, Mojosongo dan empat di Desa Dukuh, Banyudono. Itu karena tertimpa pohon tumbang menimpa rumah dan satu warung,” ujar Tulus. (*)
Puluhan Rumah Rawan Longsor Mulai Direlokasi
