Pemberian Subsidi BBM Tak Tepat Sasaran, Data Penerima Bukan dari Pemkab

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih (yull/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih, mengatakan menerima adanya laporan terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM yang tidak tersalurkan. Penyaluran BLT BBM di Boyolali telah di mulai di Kantor Pos Cabang Boyolali pada 8 Oktober kemarin.
“ Ada laporan, memang tidak semua BLT BBM tersalurkan. Ada yang gagal dibayarkan karena beberapa hal. Baik penerima meninggal dunia ataupun sudah mampu secara ekonomi,” kata Budi Prasetyaningsih.
Kendati demikian, khusus BLT untuk KPM penerima yang meninggal dunia, tetap bisa diambil. Asalkan, pengambil bantuan masih dalam satu kartu keluarga (KK). Lanjut Budi Prasetyaningsih , harus menyertakan surat keterangan dari desa setempat. Pertimbangannya, pihak keluarga KPM penerima tentu juga terdampak kenaikan BBM. Meski saat ini, belum bisa dipastikan berapa banyak KPM penerima yang sudah meninggal dunia.
“Data KPM penerima kan diambil dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Nanti akan kita update lagi ke pusat. Karena terkadang, data sudah kami delete (Hapus,red) tapi di DTKS masih ada,” katanya.
Budi Prasetyaningsih menegaskan bahwa KPM penerima merupakan warga yang sebelumnya pernah menerima bantuan. Baik BLT, BPNT serta bantuan sosial lainnya dari kementerian. Sedangkan penyaluran langsung bekerjasama dengan PT POS Indonesia. Pihaknya hanya membantu dalam penyaluran saja.
“Itu karena, bahwa data penerima bantuan BLT BBM tersebut langsung dari kementerian, kami hanya membantu menyalurkan saja,” katanya.
Sementara itu, dikabarkan kucuran bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) 2022 masih belum tepat sasaran. Sebanyak 1.419 keluarga penerima manfaat (KPM) gagal dibayarkan. Alhasil, dana bantuan senilai Rp 425,7 juta tersebut akan dikembalikan ke kas negara.
Kepala Kantor Pos Cabang Boyolali, Danu Indro Suseno mengarakan pembagian BLT BBM berakhir pada 14 Oktober. Dengan alokasi penerima BLT BB sebanyak 76.296 orang. Namun, tidak semua bantuan dapat tersalurkan. Hingga Selasa 11 Oktober baru 74.877 BLT BBM yang berhasil disalurkan. Sedangkan lainnya gagal dibayarkan.
“Penyaluran BLT BBM di Boyolali hari terakhir penyaluran (14 Oktober) yang terbayarkan ada 74.877 KPM. Dari alokasi sasaran 76.296 orang. Sedangkan yang gagal bayar ada 1.419 KPM. Itu karena beberapa sebab,” katanya pada Minggu 16 Oktober 2022.
BLT BBM yang gagal dibayarkan, dikarenakan KPM berada di luar kota. Kemudian, ditemukan KPM yang meninggal dunia dengan KK tunggal. Sehingga tidak ada anggota keluarga yang mewakilkan mengambil bantuan. Kemudian, ditemukan juga KPM yang berasal dari keluarga mampu. Sehingga bantuan tidak diambil.
“Selain itu, ada KPM yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS), anggota Polri atau TNI maupun pensiunan. Otomatis mereka tidak boleh menerima bantuan. Lalu ada juga KPM yang sudah mendapat bantuan lainnya,” katanya.
Sedangkan bantuan BLT BBM sebesar Rp 300 ribu. Kantor pos akan menyalurkan dua kali. Yakni Rp 150 ribu /bulan. Sehingga hingga 14 Oktober kemarin ada Rp 425,7 juta dari 1.419 KPM gagal bayar. Dana tersebut otomatis akan dikembalikan pada negara. Namun, PT POS masih menunggu teknis pengembaliannya.
“Untuk total yang dikembalikan, belum diketahui ya. Karena belum berakhir masa bayarnya. Kami juga menunggu instruksi lebih lanjut,” pungkasnya. (**)