20 Ketua dan Pengurus Ranting Persaudaraan Setia Hati Terate di Sragen Resmi Dilantik

Pelantikan ketua dan pengurus ranting PSHT di Sragen. (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-SRAGEN-Sebanyak 20 ketua dan pengurus ranting Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Sragen resmi dilantik, 20 orang dari 20 kecamatan tersebut sebelumnya mengucapkan sumpah dan janji.

Selain itu, ada 50 ribu warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun juga siap ikut menyukseskan Pemilu 2024 mendatang. Warga PSHT berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan persatuan serta menghindari permusuhan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Perwakilan Pusat (Perwapus) Jawa Tengah dan DIY PSHT Pusat Madiun, Sapto Yohanis saat pelantikan Ketua dan Pengurus Ranting PSHT se-Sragen masa bakti 2023-2026 di Gedung Kartini Sragen.

“PSHT tidak berafiliasi ke parpol manapun, warga PSHT dibebaskan untuk memilih parpol apapun. Kami siap ikut menjaga kondusivitas demi suksesnya Pemilu 2024,” Kata Sapto, Minggu 22 Januari 2023.

“Jangan buru-buru share, dicek dulu kebenarannya. Apapun kejadian yang tidak bisa diselesaikan di tingkat internal, harus diserahkan aparat penegak hukum untuk penyelesaian, jangan main hakim sendiri. Jaga jari kalian dari upaya provokasi lewat HP, apalagi Sragen jumlah warga PSHT sangat besar,” tandasnya.

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun, Edi Indriyanto menambahkan, setiap warga PSHT harus menjalankan atau memiliki jiwa 5 M. Yakni momong (melayani), momot (serap aspirasi), momor (tepat ambil keputusan), mituhu (manut aturan), serta mitayani (bermanfaat). “Bentuk pengabdian sebagai pengurus harus pegang 5 M sebagai acuan. Sehingga bisa menjalankan tugas dengan baik dan tetap menjaga kondusivitas wilayah masing-masing ujarnya.

Edi menyatakan, saat ini jumlah PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun terdata sebanyak 50 ribu lebih. Jumlah warga sebanyak itu merupakan kekuatan untuk ikut menyukseskan Pemilu 2024 mendatang dengan cara penekanan ke warga untuk menjaga kebersamaan, saling gotong royong dan guyub rukun. Tidak hanya dengan sesama warga PSHT, tapi dengan perguruan silat yang lainnya juga. Selain itu, atraksi pencak silat dari dua pendekar PSHT juga ikut meramaikan acara tersebut. (Hur)