Jelang Ruwah Bulan Berkah Petani Bunga Mawar Tabur

Tak hanya di ladang, di pekarangan rumah warga pun ditanami tanaman berduri itu. Hasil yang didapat para warga ini pun cukup lumayan untuk menjaga dapur tetap ngebul (doc/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI – Bunga mawar salah satu produk unggulan warga lereng Merapi. Dibeberapa desa di Kecamatan Musuk dan Tamansari, tanaman ini banyak dibudidayakan masyarakat. Baik di ladang maupun pekarangan rumah.
Petani bunga mawar di Desa Sruni, Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, menggairahkan. Saat musim hujan, bunga mawar membutuhkan perawatan yang lebih tinggi. Meskipun produksi di tingkat petani terkendala cuaca. Tetapi tidak menyurutkan semangat para petani untuk merawat bunga mawarnya. Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan permintaan bunga mawar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dibandingkan bunga lain, mawar yang memiliki panjang daun antara 5-15 cm ini banyak diminati para penghobi. Selain warnanya yang beragam harga juga lebih murah dan cenderung stabil dari pada bunga anggrek (Orchidaceae).
Salah satu desa di lereng Merapi ini memang dikenal sebagai desa penghasilan bunga mawar. Rata-rata penduduknya memiliki tanaman bunga mawar. Tak hanya di ladang, di pekarangan rumah warga pun ditanami tanaman berduri itu. Hasil yang didapat para warga ini pun cukup lumayan untuk menjaga dapur tetap ngebul. Bagaimana tidak, seratusan batang pohon bunga mawar yang ditanam di halaman rumah saja setiap hari bisa menghasilkan minimal Rp30.000.
” Kalau hari biasa harganya berkisar Rp 30-100 ribu tergantung harinya. Tapi kalau pas Ruwah biasanya bisa lebih dari Rp 200 ribu per keranjang,” kata Mutia warga Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk. Rabu 1 Pebruari 2023.
Nah, jelang musim Sandranan, atau Ruwah (Bulan Jawa), petani di sana mulai menyiapkan tanaman bunga mawarnya. Petani mulai memangkas batang bunga supaya pas musim orang berziarah nanti panenan bunga melimpah.
Mutia salah satu warga mengatakan pemangkasan batang pohon bunga mawar ini sudah dilakukan warga sejak beberapa hari terakhir. Hal itu sebagai persiapan jelang Ruwahan. Selain di halaman dan pekarangan rumahnya, ladangnya seluas kurang lebih 1000 meter persegi juga dia tanami bunga mawar ini. Hampir setiap hari dia pun bisa memetik bunga hingga 3-4 keranjang.
” Ya lumayan bisa buat kebutuhan sehari-hari. Terutama untuk kebutuhan makan keluarga sudah aman. Jadi nanti pas mulai pertengahan bulan Ruwah, ranting baru sudah tumbuh sudah banyak bunganya,” tambahnya. (**)