FOKUS JATENG – SOLO – SD Pangudi Luhur Santo Timotius Surakarta di usianya yang ke-100 tahun atau satu abad ini, menjadi saksi perjalanan pendidikan di Indonesia, terutama Kota Solo. Usia 100 tahun merupakan waktu yang panjang dan menorehkan sejarah akan eksistensi pendidikan Katolik yang hingga kini masih menjaga nilai-nilai karakter kedisiplinan yang kuat.
Ribuan alumni sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri hingga luar negeri. Sekolah yang berdiri sejak tahun 1923 ini, menjadi bagian penting sejarah pendidikan di Solo. Sejarah itu kini tengah dirangkai dalam kisah-kisah menarik melalui buku ‘Bunga Rampai Melayani Sepenuh Hati’.
Buku yang masih dalam proses penyusunan ini berisi 100 karya penulis dan diperkenalkan oleh Koordinator Br. Markus Sujarwo, FIC, Koordinator SD Pangudi Luhur Santo Timotius Surakarta saat reuni bertajuk ‘Reuni Akbar Seabad SD ku, Ayo Bakdan Tilik SD’ yang digelar Senin (24/4/2023) malam di halaman sekolah SD Pangudi Luhur Santo Timotius, Surakarta.
Bruder Markus Sujarwo menyambut baik proses penulisan oleh 100 penulis Bunga Rampai tersebut. “Ini akan segera hadir buku Bunga Rampai yang ditulis oleh 100 orang penulis dalam rangka memperingati HUT ke-100 tahun SD Pangudi Luhur Santo Timotius,” ujar Bruder Jarwo, sapaan akrabnya saat memberikan sambutan di atas panggung. Bruder Jarwo didampingi Fr Tri Ratna dan Prof Ari Probandari, keduanya mewakili tim persiapan buku. Juga ada Astri Setyaningsih dan Didik Kartika selaku tim editor. Tim ini sendiri diketuai oleh Tresia Umarianti.
Ke-100 penulis tersebut berasal dari para guru, karyawan, guru purna tugas, orangtua murid, alumni, romo, bruder dan para siswa yang masih bersekolah. Mereka mengalami langsung perjumpaan dan pengalamaan-pengalamannya selama bergabung dalam keluarga besar SD Pangudi Luhur Santo Timotius. Sehingga tulisannya begitu detail dalam menggambarkannya. Begitu banyak kisah-kisah menarik yang dituliskan. Di dalam kisah-kisah itu tergambar suasana perjalanan sekolah dari masa ke masa yang ditulis lintas generasi.
Buku ini menjadi dokumentasi otentik mengenai sejarah SD Pangudi Luhur Santo Timotius Surakarta. Ada kisah-kisah tentang sejarah berdirinya, ada yang menulis tentang pengalaman-pengalaman belajar di sekolah pada zaman kapur tulis, ada juga kisah guru-guru yang mempunyai semangat tinggi dalam mengabdi meski hanya mengendarai pit onthel menempuh perjalanan jauh dari rumah ke sekolah. Dinamika selama Covid-19 juga tidak luput dari karya-karya narasi, dimana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi tren pola pendidikan agar para siswa/siswi tetap aman belajar di rumah.
Eksistensi SD Pangudi Luhur Santo Timotius yang ada hingga saat ini, tidak terlepas dari perjuangan para pendiri, rohaniawan, para guru dan karyawan, orangtua siswa serta masyarakat.
Buku Bunga Rampai yang sedang disusun tersebut, melibatkan kepanitiaan yang berisi para guru dan komite sekolah. Setidaknya sekitar bulan Juni-Juli, buku ini diagendakan sudah bisa di-launching. Yang pasti buku ini sarat akan kisah-kisah inspiratif, motivasi dan sangat luar biasa menarik. (Didik Kartika)