Video Tawuran Remaja Viral di Medsos

FOKUS JATENG-BOYOLALI- Sebuah video rekaman closed circuit television (CCTV) memperlihatkan tawuran yang melibatkan puluhan remaja. Mereka saling berkejaran dengan membawa pentungan kayu serta mercon. Namun, polisi memastikan tidak ada korban dalam peristiwa yang terjadi di traffict light Randusari tepatnya di Dusun/Desa Randusari, Kecamatan Teras pada Rabu 17 Mei sore.

Aksi tawuran remaja itu sempat viral di media sosial. Video berdurasi 1menit 33 detik tersebut menunjukan aksi kenakalan remaja. Awalnya, ada gerombolan remaja yang menaiki truk tronton tanpa boks dari arah timur ke barat. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya timur traffic light Randusari, sekira pukul 16.18. Terlihat ada sekira tiga anak yang sudah berada di pinggir jalan dengan membawa pentungan kayu dan mercon.

Mereka mengarahkan mercon ke arah gerombolan anak yang menebeng di truk tronton tanpa boks tersebut. Akibatnya, belasan remaja yang berada di truk tronton langsung berhamburan dan berlari ke arah timur. Padahal saat itu, arus kendaraan dari arah barat sudah berjalan. Keributan sempat terjadi sebentar. Hal tersebut tentu mengganggu pengguna jalan.

Terkait kejadian itu, Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi membenarkan, bahkan langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dijelaskan ada laporan pada Rabu sekira pukul 20.25 terkait keributan anak -anak remaja yang tidak dikenal. Polres Boyolali langsung menindaklanjutinya.

“Kami sudah menindaklanjuti dan memintai keterangan beberapa warga yang berdekatan dengan lokasi. Dari keterangan warga, kejadian sekira pukul 16.00, Saksi kemudian keluar rumah dan melihat anak-anak laki-laki sekira 20 orang saling kejar-kejaran. Ada yang membawa kayu sejenis pentungan sepanjang 60 sentimeter yang diduga digunakan sebagai alat pemukul. Lalu ada yang meledakan mercon,” jelasnya. Kamis 18 Mei 2023.

Petrus menambahkan, kejadian keributan tersebut tidak lama. Hanya sekira lima menit. Pemakai jalan, baik sopir maupin pengendara sepeda mitor langsung membubarkan aksi tersebut.

“Untuk status anak-anak yang di mungkinkan anak SMA itu masih dicari tahu.”

Warga setempat, Teguh Widodo mengatakan saat itu dia berada di depan rumah. Kemudian mendengar ada keributan. Saat keluar ke jalan, dia sudah melihat banyak anak-anak yang posisinya sudah berada di sebelah utara jalan. Dia lalu berlari keluar dan berniat untuk melerai belasan anak yang tawuran itu.

kejadian itu, kata Teguh tentu meresahkan warga dan pengguna jalan. Karena kondisi lalu lintas cukup ramai. “Meresahkan karena mengganggu pengguna jalan yang lain. Kami berharap patroli kambibmas untuk ditingkatkan,” harapnya. (yy)