FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pemkab Boyolali membagikan puluhan alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta ratusan ton pupuk NPK rendah klor pada petani tembakau. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulan untuk menumbuhkan petani milenial.
Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, mengatakan pendistribusian bantuan alat-alat pertanian diserahkan pada petani dan poktan. Dia berpesan agar alsintan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga bisa meningkatkan hasil pertanian dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dia juga meminta agar dinas melakukan update data petani di Boyolali.
“Karena sebelumnya, jumlah petani itu 120-an (ribu,red), lalu setelah dilakukan update data terlihat, jumlah petani pemilik lahan ada 80-an ribu, petani penyewa ada 28 ribu dan petani milenial sudah mulai tumbuh. Yang sebelumnya kisaran 11 ribu, sekarang sudah 12 ribu. Ini hal yang terus kita dorong. Harapannya adalah agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam upaya peningkatan hasil-hasil pertanian dan tentunya itu adalah bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boyolal,” kata Bupati.
Terpisah, Kepala Dispertan Boyolali, Bambang Jiyanto mengatakan lahan pertanian tembakau bertambah. Disebutkan ada sekitar 3.400 hektar yang sudah tanam tembakau. Tetapi, sampai dengan akhir Juni akhir itu tambah lagi. Jadi ada sekitar 491 hektar lagi yang akan menanam. Sedangkan jumlah petani yang menanam tembakau ada 12.587 petani, dan masih ada tambahan lagi yang mau menanam 2.208 untuk lahan 491 hektar itu. Jadi ada sekitar 14.700-an petani tembakau.
Untuk itu, Pemkab melalui Dinas Pertanian (Dispertan) lanjut Bambang, membagikan 50 unit cultivator atau alat olah tanah, 20 unit roda tiga, empat pompa air dan enam alat perajang tembakau.
“Bantuan berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) provinsi dan kabupaten serta APBD Boyolali. Total nilai bantuan mencapai Rp 1,5 miliar. Bantuan alsintan ini diberikan 80 poktan,” katanya, Kamis 15 Juni 2023.
Sebelumnya, Dispertan juga telah menyalurkan pada petani. Berupa 110 ton NPK rendah klor. Bantuan pupuk menyasar 55 poktan tembakau. Harga pupuk NPK rendah klor memang cukup mahal. Nilai bantuan sekira Rp 1,58 miliar dari DBHCHT Boyolali. Penyuplai pupuk juga diminta mengirimkan ke titik bagi. Diharapkan bantuan ini bisa membuat mutu tanaman tembakau semakin baik.
“Kita juga ada tambahan (Daerah penanam tembakau,red), diantaranya tiga hektar di Desa Gilirejo, Wonosamudro. Kami juga ada peningkatan untuk petani milenial. Dari angka 11 ribu jadi 12.045 petani.”
Kemudian jumlah petani pemilik lahan ada 80.256 orang, petani sewa 18.522 orang dan petani penggarap dengan sistem bagi hasil ada 7.253 orang. Kemudian, petani yang sudah masuk ke dalam poktan ada 122.278 orang. Serta petani milenial, yakni yang sudah bergabung dengan poktan dan usianya 19-39 tahun sebanyak 12.045 orang. Selama ini pembagian bantuan melalui poktan. Sehingga diharapkan regenerasi dan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Ya, memang ini tidak mudah untuk membawa anak muda itu ke petani. Makanya seperti ini, dilatih kegiatan yang modern. Alat-alat modern dibagikan agar menjadi pemacu regenerasi petani juga,” imbuhnya. (**)
Dispertan Boyolali Lirik Petani Milenial

Bupati Boyolali, M. Said Hidayat didampingi ketua Komisi 2 DPRD Boyolali Susetya Dwi Hartanta menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada petani tembakau di Boyolali (doc/Fokusjateng.com)