FOKUS JATENG- BOYOLALI-Sedikitnya 30 pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP) ditangkap polisi di Jalan Solo-Semarang, wilayah Pomah Mojosongo Boyolali. Polisi menangkap karena mereka kedapatan membawa sejumlah sabuk gir dan kayu pentungan. Para remaja tersebut hendak melakukan tawuran di barat Mapolres pada Jumat 16 Juni sore. Sejumlah barang bukti (BB) diamankan. Mereka pun digelandang ke Mapolres Boyolali untuk pembinaan.
Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi melalui Plt Kasi Humas Polres Boyolali, Iptu Arif Mudi mengatakan aksi kenakalan remaja itu berawal saat sejumlah anak sekolah yang menaiki truk kontainer bak terbuka dari arah Solo menuju Boyolali. Setibanya di Dusun Pomah RT 03 RW 01, Kelurahan/ Kecamatan Mojosongo ada gerombolan remaja yang mengendarai sepeda motor. Para remaja tersebut berboncengan. Mereka mengeluarkan sabuk gir dan kayu reng sepanjang 1 meter. Alat-alat tersebut lantas disabet-sabetkan ke remaja yang berada di atas bak truk.
“Karena sangat mengganggu pengguna jalan. Sekira 30 anak itu kami amankan ke Mapolres Boyolali,” katanya, Sabtu 17 Juni 2023.
Para remaja tersebut sempat akan melarikan diri saat mengetahui polisi datang. Bahkan ada dua anak jatuh dari motor karena panik.
“Terkait motif aksi kenakalan tersebut disinyalir tidak ada sebab, dan hanya karena ramai-ramai. Sehingga nekat melakukan aksi kenakalan remaja.”
Arif menambahkan para remaja yang diamankan merupakan siswa SMP N 1 Musuk, SMPN 3 Teras dan SMPN 6 Boyolali.
“Anaknya berbeda dengan yang aksi tawuran sebelumnya. Untuk pelaku yang ini masih seumuran anak SMP. Mereka kami amankan ke Mapolres Boyolali. Dari kami tetap dilakukan pembinaan dengan mengundang orangtua, pihak sekolah, kepala desa, babinkamtibmas dan babinsa,” imbuhnya. (**)