FOKUS JATENG-BOYOLALI – Salah satu program kerja individu dalam kuliah kerja nyata (KKN) kelompok 10 Universitas Slamet Riyadi Surakarta yang dilaksanakan di Desa Pakang, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali pada Minggu, 6 Agustus 2023, berjalan lancar.
Ajeng Wulan Suci, mahasiswi Pertanian Unisri, sekaligus pelaksana proker individu menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan pukul 20.00 WIB bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mendalam tentang budidaya tanaman jahe emprit kepada masyarakat Desa Pakang. Pengetahuan dan keterampilan terkait budidaya tanaman jahe emprit diharapkan masyarakat dapat membudidayakan tanaman jahe emprit sebagai salah satu komoditas unggulan di Desa Pakang.
“Program KKN diselenggarakan dengan tajuk ”TOGAMAS” yaitu pembudidayaan tanaman obat dan rempah kepada masyarakat. Tanaman obat dan rempah menjadi salah satu pilihan melihat dari masa pasca pandemi sehingga diperlukan tanaman obat dan rempah sebagai salah satu alternatif masyarakat dalam menjaga kesehatan,” katanya.
Kegiatan TOGAMAS menjelaskan mengenai persiapan lahan untuk budidaya tanaman jahe terutama perawatan khusus untuk tanah di Desa Pakang, perawatan tanaman jahe emprit dan proses pemanenan serta pemasaran jahe emprit. Audiens dalam program TOGAMAS yaitu kelompok tani Ngudi Raharjo yang dipilih oleh pemateri selaku leader dalam program kerja ini.
Selain itu, Ajeng Wulan Suci juga menjelaskan terkait potensial budidaya tanaman jahe emprit di Desa andong yaitu kandungan jahe emprit sebagai antioksidan, antimikroba yang sangat dibutuhkan dalam dunia kesehatan, serta produk olahan jahe yang sangat dibutuhkan dalam industri obat-obatan di Indonesia, sehingga peluang budidaya tanaman jahe emprit sangat berpotensi untuk dibudidayakan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat di desa Pakang.
“Saya sangat senang melihat generasi saya menyalurkan ilmunya kepada masyarakat di sini, terutama kepada petani. Sejauh ini petani hanya menanam jagung pada musim kemarau dan padi saat musim penghujan, dengan adanya sosialisasi budidaya jahe emprit ini semoga menjadi produk pertanian yang meningkatkan ekonomi petani di Desa Pakang,” ujar Sabroni selaku ketua Kelompok Tani Ngudi Raharjo.
Sebagai penutup di akhir kegiatan pukul 21.00 WIB, Ajeng mengatakan “Program Sosialisasi TOGAMAS untuk budidaya tanaman obat Jahe emprit di Desa Pakang, Boyolali, adalah langkah positif menuju pengembangan komoditas pertanian unggulan yang bermanfaat bagi keluarga petani dan masyarakat secara keseluruhan. Melalui pengetahuan, keterampilan, dan kerjasama yang diperoleh dari sosialisasi ini, diharapkan Desa Pakang dapat menjadi pusat budidaya jahe emprit yang sukses dan berkelanjutan. Dengan demikian, potensi ekonomi, lingkungan, dan kesehatan dapat diintegrasikan dalam pembangunan lokal yang berkelanjutan.” (ist)
Togamas : Demonstrasi Budidaya Jahe Emprit Kepada Masyarakat di Desa Pakang, Boyolali

ANTUSIAS: warga menyambut hangat Program Sosialisasi TOGAMAS untuk budidaya tanaman obat Jahe emprit di Desa Pakang (doc/Fokusjateng.com)